30. Juni 2013 · 1 comment · Categories: Tak Berkategori

monster-university

Monster University [MU] adalah prequel [seri sebelumnya] dari Monster Inc. Jika dalam Monster Inc. dikisahkan bagaimana Mike Wazowski [Mike] dan James P. Sullivan [Sully] sudah bekerja sebagai karyawan di Monster Inc., dalam MU kisahnya adalah kehidupan Mike dan Sully ketika masih di Universitas.

Menjadi mahasiswa di MU sudah menjadi cita-cita Mike sejak kecil.Diawali ketika diajak wisata dari sekolahnya dan bertemu dengan monster legenda bernama Frank. Sebagaimana namanya MU adalah sekolah para monster. Kelas paling bergengsi di MU adalah kelas menakut-nakuti. Kelas inilah yang dituju oleh Mike. sedari awal, keberadaan Mike tidak dianggap di kelas itu. Apalagi ternyata dia sekelas dengan Sully, yang selain tampangnya menyeramkan juga berasal dari keluarga Sullivan yang keseramannya sudah melegenda.

Meskipun cerdik, ternyata Mike hanya dianggap sebelah mata oleh monster yang lain. Kecerdikannya ditunjukkan ketika bersama Sully, mereka berusaha menangkap babi yang menjadi maskot dari kelompok Roar Omega Roar [ROR]. Kelompok mahasiswa ‘elit’ di MU. Dengan kecerdikannya, perlombaan akhirnya dimenangkannya.

Namun ternyata ROR lebih memilih Sully sebagai anggota kelompok mereka. Inilah awal dari sakit hati Mike. Dalam dirinya ada dorongan untuk selalu menjadi yang nomor satu. Segala macam buku dibaca sebagai referensi. Dan itu membuahkan hasil. Mike menguasai semua teori mengenai ketakutan. Berbeda dengan Sully yang masih mengandalkan tampang dan nama besar keluarga. Perselisihan itu terus berlanjut hingga dalam kelas. Hingga akhirnya mereka berdua dikeluarkan dari kelas menakut-nakuti dan diancam tidak bisa ikut kelas lagi oleh dekan.

Bukan Mike jika tidak menemukan jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya. Dia melihat peluang untuk ‘kembali’ lewat perlombaan Scare Games. Perlombaan yang bertujuan mencari kelompok siswa paling menakutkan. Meski awalnya bermusuhan, persyaratan lomba membuat keduanya akhirnya berada pada kelompok yang sama. Satu satunya kelompok yang mau menerima mereka berdua. Kelompok Oozma Kappa yang sejak awal dikisahkan dihuni oleh para ‘pecundang’ di kampus. Kelompok yang menjadi bulan-bulanan kelompok elite lain seperti Roar Omega Roar atau Gamma Roar Roar. Disini mereka harus bekerjasama dengan Don Carlton, pria paruh baya mantan salesman yang memutuskan masuk kuliah lagi. Juga ada Scott “Squishy” Squibbles yang pemalu, Terri and Terry Perry kembar siam berkepala dua yang senantiasa berdebat diantara keduanya.

Bagian film yang menceritakan perjuangan mengikuti Scare Games inilah sebenarnya yang paling menarik ditarik sebagai pelajaran.

Penampilan Mike yang meski disebut monster tidaklah seram. Mike digambarkan sebagai monster hijau kecil berbentuk bola dengan sebuah mata besar. Dengan kaki dan tangan yang kurus serta sorot mata jenaka, monster ini sama sekali tidak terlihat seram. Hal itu ditegaskan oleh Hardscrabble, sang Dekan. Selain anggota lain yang ‘pecundang’, ketidakseraman Mike dianggap sebagai faktor yang melemahkan Oozma Kappa. Mike dianggap tidak memiliki kompetensi untuk menakut-nakuti, meski dia menguasai seluruh teori mengenai seram. Hal itu bertolak belakang dengan Sully. Meski mempunyai tongkrongan yang seram, ternyata Sully tidak menguasai teknik bagaimana seorang anak bisa takut melihatnya untuk kemudian menjerit dan suara jeritan itu mengisi tabung keseraman. Penuh tidaknya tabung keseraman, adalah ukuran seram tidaknya ‘seorang’ monster.

Sifat egois Mike dan Sully ditunjukkan dalam perlombaan pertama. Keduanya berusaha sekuat tenaga untuk dapat mengakhiri pelombaan dengan sukses tanpa peduli dengan anggota kelompok lain. Mereka lupa aturan main dalam perlombaan antar tim adalah kerjasama tim. Akhirnya mereka kalah di babak pertama. Kenyataan ini membuat keduanya sadar dan mulai menata kelompok.

Mike yang mulai sadar akan ketidakseramannya, akhirnya mengambil peran dimana sifat seram tidak dibutuhkan. Sebagai leader! Berperan sebagai leader yang mengetahui seluruh teori mengenai keseraman, Mike memotivasi anggota tim yang harus diakui tidak seluruhnya memiliki tingkat keseraman sebagaimana monster lain. Namun sebagai leader dia menyadari dan memahami bahwa setiap anggota tim memiliki talenta berbeda. Itulah yang dimanfaatkannya. Dalam bahasa monster, “the best scarer uses their differences to their advantage”.

Dipimpin serang leader yang mengerti kekurangan dan kelebihan anggota tim, kerjasama yang baik, perbaikan atas kesalahan yang dilakukan sebelumnya, latihan terus menerus, keinginan yang kuat untuk menang [plus keberuntungan akibat kesalahan yang dilakukan tim lawan], membuat Oozma Kappa akhirnya melenggang sebagai grand finalis menghadapi Roar Omega Roar. Perlombaan Grand Final berlangsung dengan seru. Kejar mengejar nilai berlangsung hingga akhir perlombaan.

Dapat dipastikan, Oozma Kappa lah yang keluar sebagai pemenang. Namun ternyata kemenangan itu terjadi dengan kecurangan yang dilakukan oleh Sully. Kecurangan yang tidak dapat dibenarkan sebenarnya. Kegembiraan tim yang keluar jadi pemenang lomba, seketika sirna. Mike, meski tujuannya adalah untuk mencapai kemenangan, tidak bisa menerima kecurangan yang disebabkan Sully. Kemenangan yang tujuan akhirnya untuk mengembalikan dirinya [dan Sully tentu saja] kembali ke kelas menakuti, tidak serta merta menutup matanya akan kecurangan yang terjadi. Mike tidak bisa menutupi kekecewaannya. Dan dengan besar hati dia bisa menerima hukuman yang diberikan oleh Dekan. dikeluarkan dari MU!

Banyak hal yang bisa dipelajari dari film MU ini. Bagaimana menghadapi pandangan meremehkan, menyiasati kelemahan diri, membangun kepercayaan diri, hingga menemukan jati diri.

1 Komentar

  1. satu-satunya film dgn pesan moral terbanyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *