terpikir cat sebagai alat politik?

Jagat politik Indonesia sedang hangat. Di tengah penanganan pandemi Covid-19 yang masih terengah-engah. Diantara angka statistik yang naik dan turun mirip Indeks Harga Saham Gabungan. Mungkin pemanasan menuju 2024. Sebentar. Bisanya pemanasan (entah dalam rangka olah raga atau memanaskan mesin) dilakukan sesaat sebelumnya ya. Bukan jauh hari. Negara memang sedang mengalami kondisi pandemi. Namun bukan…

Lanjutkan Membaca

terpikir jakarta setelah pilkada

Duduk sendiri menatap purnama, perempuan itu mendesah. Entah sudah untuk kali keberapa. Ragam perasaan berkecamuk di dalam dada. Tak ada satupun yang nyaman buatnya. Dia baru menyadari bahwa pilihannya salah. Apa yang dulu selalu dia agungkan tak seindah yang dibayangkan. Padahal untuk itu dia telah meninggalkan seorang lelaki yang menjadi cinta pertamanya. Hanya karena lelaki…

Lanjutkan Membaca

terpikir doel, mas agus dan demokrat

Si Doel sedang meradang. Berdiskusi dengan Babe seolah percuma. Kini dia dihadapkan pada pilihan apakah meneruskan cita citanya untuk menjadi “Tukang Insinyur” atau meneruskan tradisi keluarga. Menarik Opelet. Manjadi insinyur sudah merupakan cita citanya sejak lama. Kuliah (baca : perjalanan) yang dilalui sudah hampir tiba di ujung jalan. Tinggal menyelesaikan tugas akhir. Namun sepertinya Babe…

Lanjutkan Membaca

terpikir pak beye, pak rajasa dan mas ibas

Mas Ibas akan menikah dengan mbak Aliya. Sebenarnya sebuah peristiwa biasa. Bukankah selayaknya lelaki dewasa,seumuran dia sudah pantas menikah? Jodohnya sudah ada. Ya,mbak Aliya itu. Namun pikiran isengku sedang menganalisa ini menjadi, peristiwa biasa yang bisa berakibat luar biasa. Dasar analisanya adalah konsep Dalihan Na Tolu (DNT) yang sedikit aku pahami. Terus terang, aku tidak…

Lanjutkan Membaca

Manortor, Tanggapan atas Kolma Detik Com

Kebangetan juga ini detikcom. Meski ada ingkaran [disclaimer] yang menyatakan bahwa Kolom Lima Alinea-nya yang ditulis seorang wartawan yang bernama Chaidir Anwar Tanjung, adalah pendapat pribadi penulis dan tidak mencerminkan institusi tempatnya bekerja. Bang Tanjung menulis bahwa masih untung Megawati menyebut Pemerintahan SBY menari Poco Poco dan bukan Manortor. Sebab menurut beliau, dalam manortor hanya…

Lanjutkan Membaca