24. Desember 2005 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

Pesan apa sebenarnya yang disampaikan oleh kelahiran Yesus,yang dirayakan pada hari ini?Kasih!.Yeap!Hanya itu.Tidak kurang tidak lebih.Dan satu kata itu sudah cukup untuk menciptakan damai di bumi.
Untuk orang Kristen -orang yang menjadi pengikut Yesus Kristus- mempercayai hal itu sebagai ajaranNya. Kasih menjadi hukum utama dan terutama dari ajaran Kristus. Sebagaimana dikatakan dalam kitab Korintus pertama ayat 13, “…diantara iman, pengharapan dan kasih, kasih lah yang terbesar…”.

Satu hal yang menyentuh aku rasakan di malam Natal ini. Bukan karena harus menemani ibuku di RS Cikini. Namun tetap ada hubungannya. Malam, setelah kebaktian Natal di kapel kecil komplek rumah sakit, para perawat menyanyikan kidung natal di depan kapel dengan diterangi cahaya bulan dan sebatang lilin yang mereka bawa. Setelah itu rombongan perawat ini, berkeliling ke segala penjuru rumah sakit dengan tetap bernyanyi sambil menyapa pasien di tiap-tiap kamar. Tadinya aku pikir hal ini hanya ada di negara Abang Sam saja. Karena seperti itulah yang sering terlihat di televisi. Sekarang aku melihatnya di depan mata.

Terus terang aku tersentuh. Terharu. Sekali lagi bukan karena ‘terpaksa’ merayakannya di rumah sakit. Buatku, apa yang dilakukan oleh para perawat ini adalah menebarkan kasih kepada para pasien. Aku rasa harapannya adalah agar para pasien yang sedang terbaring sakit tidak merasa kesepian di malam Natal. Sebagaimana kata-kata dari sebuah lagu rohani yang pernah aku dengar, “Hati yang gembira adalah obat”, para perawat itu tengah menebar obat yang lebih dahsyat dari obat pabrik farmasi manapun di muka bumi!

Buat kalian yang merayakan hari Natal, aku ucapkan Selamat Hari Natal! Biarlah damai di bumi semakin cepat tercipta. Sembari berupaya biar damai itu bermula dari diri kita masing-masing..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *