11. April 2003 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

usai

per hari ini, lepas sudah beban itu. setelah dua tahun lebih aku didapuk jadi Ketua Serikat Pekerja di sini, per sore ini aku telah menyerahkan periode selanjutnya kepada Yanuar yang akan melanjutkannya sampai 2005 mendatang.

lepas sudah beban yang sudah aku rasakan sejak pertama kali dipilih. menurutku pribadi mereka salah memilih aku sebagai ketuanya. hanya karena aku ‘berani’ menulis surat terbuka kepada manajemen, mereka pikir aku pantas untuk memimpin sebuah organisasi sebesar sp-bej ! padahal aku bukan siapa-siapa. hanya menjalankan apa yang pernah diajarkan orang tua kepadaku. benar seperti kata salah seorang anggota, kepengurusan di bawah aku, punya masalah dengan kepemimpinan.

aku rasa, Bang Jay [spesialis nomer dua ^_^], Mas Toto [pengamat cuaca nan bijak], Ade ‘SeGeR’ [yang selalu seger dan bisa membawa keceriaan], Hendy [yang membantu menyebarkan informasi ke anggota], mBak Anna [yang pertama menolak kami ajak tapi akhirnya mau ngurusin duit tak seberapa] serta Kang Yudi [yang selalu kebagian repot, padahal aku berharap kang Yudi bisa lebih ‘bersuara’ di kepengurusan] pantas mendapat acungan dua jempol dariku dan dari teman-teman anggotanya ! karena mau dipimpin seorang yang memiliki ‘masalah’ dengan kepemimpinan ^_^. aku tau kalian bisa diandalkan !!! aku rasa tidak cukup hanya makasih…makasih…makasih….

terima kasih juga kepada tujuh [lebih] orang teman-teman yang sudah merekatkan kembali organisasi ini. Safrizal, Marjuki, Puspo, mPok Nurhayati, mBak Emma, Uda Heri, serta kak [pariban] Ernauli, makasih banget ya…..kita sama-sama tunggu dan berjuang untuk kalian ! Juga Rosa dan Gani di Medan. rap mamereng ma hita !

aku minta maaf kepada teman-teman anggota sp-bej kalau selama menjadi ketua, aku tidak memenuhi harapan kalian. permintaanku hanya satu, mari bersama-sama kita bangun dan pelihara organisasi ini. sebagai tempat belajar, tempat berinteraksi lebih dalam, tempat berbagi [dan terutama peduli] dengan sesama pekerja terutama diri kita sendiri !

buat Yanuar, bukan masalah buatku kalau sekarang ‘hanya’ bagian dari sekjend [seperti di pidato sore ini]. dimanapun aku, sama saja. bukankah kita bersama-sama ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *