03. Juni 2008 · 2 comments · Categories: Tak Berkategori

Tuhankah mereka, sehingga berhak menyerang orang lain yang tidak sealiran dengan mereka?

Apa yang salah dengan Yahudi? Apa karena pemerintah Israel, melakukan kejahatan terhadap warga Palestina [kemudian dianggap Yahudi yang bersalah], sehingga Yahudi atau Israel, pantas dan layak dimusuhi? Apa bedanya mereka dengan Yahudi? Karena ternyata, saat ada yang tidak setuju dengan tindakan mereka, lantas menyebut orang tersebut dengan antek Yahudi?

Benarkah mereka mengakui kebesaran Tuhan? Kareena mereka menyerang bahkan melukai orang lain dengan terlebih dahulu meneriakkan kebesaran Tuhan.

Keyakinanku menyatakan bahwa pemerintah adalah pengejawantahan dari Tuhan di dunia. Apakah dengan demikian Presiden atau pemerintah, pantas dituntut untuk menetapkan status keagamaan sekelompok orang?

Aku teringat pada satu cerita di Kitab Suci agama yang kuyakini. Ada sekelompok orang yang ingin menghukum seorang wanita yang mereka anggap berdosa dengan cara dirajam [dilempari dengan batu hingga meninggal]. Saat ‘seseorang’ mempersilahkan wanita tersebut dirajam, dengan syarat dia yang tidak berdosa adalah yang pertama melemparkan batu kepada wanita tersebut. Perlahan, satu per satu dari orang-orang yang ingin merajam tersebut meninggalkan wanita itu sendirian. Tanpa jadi menghukum.

2 Komentar

  1. Mereka menganggap diri mereka sebagai penjaga ajaran suci dari Tuhan. Oke, itu bisa kita anggap gejala skizoprenia, dan dapat disembuhkan melalui psikoterapi yang intens.

    Mereka melakukan razia-razia, berlagak sebagai polisi moral, tapi mereka sendiri tidak belajar mengendalikan diri. Oke, itu kita sebut penyakit kekanak-kanakan atau kemunafikan. Obatnya adalah menganjurkan mereka hidup secara jujur dan belajar mengendalikan diri.

    Mereka keberatan dengan cara orang lain meyakini dan memuliakan Tuhan. Well, itu sikap picik, fasis dan anti-demokrasi. Solusi buat mereka : suruh belajar sejarah dan filsafat kehidupan. Mereka akan tahu bahwa toleransilah yang membuat peradaban manusia yang multikultur masih eksis, bukan tongkat bambu atau pedang.

    Mereka menyerang pihak lain yang berpandangan berbeda dengan mereka, dan merupakan indikasi yang kuat bahwa mereka tidak menghargai koeksistensi dama. Itu artinya mereka menyerang Pancasila, prinsip dasar yang menjadi pilar Bangsa Indonesia. Maka Pancasilalah yang harus bertindak, menghentikan dan kalau perlu melenyapkan mereka. Dan penjaga Pancasila yang utama di negara ini adalah Tentara Nasional Indonesia.

    Salam Merdeka!

  2. Bagus !
    Silahkan menuliskan opini, demi nilai kemanusiaan, keadilan, nasionalisme !

    Tapi jangan biarkan pembaca memberi feedback berkomentar terlalu bebas dengan menyerang keyakinan agama orang lain .
    Karna berkeyakinan atau beragama adalah hak azasi manusia.

    Salam !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *