12. Agustus 2003 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

Sudah dua minggu ini tip di mobil aku pake untuk muter satu kaset Batak yang unik. Unik karena kaset ini berbeda dari kaset-kaset Batak yang ada. AKu bilang beda, karena biasanya lagu-lagu Batak yang direkam dan diedarkan, berisi lagu yang lebih dikenal dengan istilah ‘andung’. Yang kalau boleh menterjemahkannya ke dalam bahasa indonesia, [maaf] berarti lagu cengeng. Karena andung sendiri berarti ratapan.

Artisnya adalah Viky Sianipar. Seorang musisi muda Batak yang kalo make bahasa koran adalah generasi MTV. Dulu sempat bergabung dan merupakan anggota dari group band MSA. Bahkan sempat menelurkan satu album rekaman. Kalau aku perhatikan sepintas, apa yang dihasilkan oleh kaset ini mirip dengan apa yang dihasilkan oleh Tohpati atau Dewa Budjana. Aku katakan mirip karena berbeda dari kedua artis terakhir, Viky Sianipar tidak menciptakan seluruh lagu dalam album ini. Yang aku catat hanya ada dua yang merupakan gubahannya sendiri. Selebihnya adalah gubahan dari pencipta lagu Batak yang sudah kondang dan melegenda di kalangan etnik Batak. Seperti Nahum situmorang, S Dis Sitompul, Jaga Depari dan lain-lain.

Kemiripan lain adalah, Viky Sianipar merupakan seorang gitaris juga seperti halnya Tohpati dan Budjana. Dengan menggandeng artis-artis Batak yang sudah kondang seperti Victor Hutabarat, Jhonson Hutagalung maupun Tetty Manurung, menurutku komposisi yang ditampilkan bolehlah disejajarkan dengan album kedua gitaris tersebut. Apalagi belakangan video klipnya malah sering ditayangkan di MTV [sayangnya aku belum pernah nonton ^_^]. Selain gitar serta alat musik mesin [?], beberapa alat musik tradisional juga dimainkan untuk mendapatkan nuansa tradisi-nya.

Dengan segala keseriusan serta perhatian terhadap lagu daerah, aku merasa perlu mengacungkan jempol untuk usaha Lae Sianipar ini. Hanya ada satu yang aku rasa perlu mendapat perhatian lagi dari produser album ini. Mungkin distribusinya perlu diperhatikan lagi. Sebab segera setelah tampil di MTV dan mendapat liputan di kompas aku pikir pasti banyak orang yang akan mencarinya di toko kaset. Sayang kan kalo penikmat dan peminat kaset ini kecewa ?

Liputan lain mengenai kaset ini ada di liputan 1 dan liputan 2. Sayangnya aku kesulitan untuk membuka situs artis serta proyeknya.

Oh ya, kalau mau dengar lagunya di sini ada sampelnya koq.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *