01. November 2008 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

Beberapa hari lalu, dipagi hari setelah memarkir motor saat ke kantor, seperti biasa aku memeriksa telepon selularku. Siapa tau ada panggilan tak terjawab, yang luput karena pasti aku tidak mendengar ketika mengendarai motor.

Benar saja. Ada dua pesan muncul di layar. Satu pesan mengatakan ada satu panggilan tak terjawab. Pesan berikutnya, dari fasilitas yang disediakan penyedia jasa telepon selular. Yang memberi kabar bahwa, tadi pukul sekian ada satu panggilan tak terjawab. Tekan sekian sekian jika ingin mendengarkan pesan yang bersangkutan.

Pesan pertama, menyampaikan bahwa ada satu panggilan dari nomor tidak dikenal. Unknown. Bah!!!. Satu hal yang paling mengesalkan buatku untuk urusan telepon seluler. Panggilan dari nomor yang tidak memunculkan nomor apalagi nama pemanggilnya. Beruntung aku menggunakan telepon yang dilengkapi dengan fasilitas untuk langsung menolak panggilan seperti itu. Biasanya, jika ada panggilan seperti itu padaku, tidak akan sempat membunyikan nada dering karena secara otomatis akan ditolak.

Sepanjang hari itu, seingatku ada dua atau tiga panggilan berikutnya yang datang. Dan selalu begitu. Ditolak mentah-mentah oleh telepon pintarku itu. Besoknya kejadian sama masih berulang sebanyak dua kali.

Buatku ini aneh. Asumsiku, panggilan berulang itu masih dari orang yang sama. Juga, mungkin ada sesuatu yang penting yang akan disampaikan. Kalau itu dari penyedia kartu kredit, yang akhir-akhir ini, dari berbagai perusahaan sedang semangat empat lima menawarkan beragam kemudahan, pasti tidak menggunakan nomor tidak dikenal. Yang aku alami, mereka telemarketing itu menggunakan telepon tetap. Aku menduga, panggilan aneh bin iseng ini berasal dari nomor telepon selular. Dugaan lain yang bisa langsung dieliminasi, panggilan ini berasal dari luar negeri sehingga tidak memunculkan nomor atau nama pemanggil. Dugaan terakhir ini aku dapat setelah bercerita pengalaman ini dengan teman kantor. Aku juga beranggapan, kalau memang ada hal yang penting yang hendak disampaikan, kenapa tidak mencoba menggunakan nomor lain?

Aku tau ada satu provider yang menyediakan fasilitas ini kepada pelanggannya. Yang mengaktifkannya, cukup dengan beberapa kali pencet tombol pada pesawat telepon kita. Aku juga tau, penyedia jasa jaringan lain yang menyediakan fasilitas ini, namun dengan syarat yang lebih ribet. Pengguna harus mengisi formulir dan membayar sejumlah biaya. Untuk kedua penyedia jasa layanan selular ini, aku tidak paham apa tujuan mereka menyediakan fasilitas menyebalkan seperti ini. Dan bukan berarti penyedia jasa layanan selular diluar keduanya tidak menyediakan hal sama.

Soal kenyamanan pengguna telepon selular ini terpikirku malam ini. Saat seorang teman, sampai menulis di situs fesbuk bahwa beliau “hanya akan memilih partai dan presiden yang mau dan mampu melarang perusahaan telekomunikasi mengirim iklan ke ponsel pribadi atau telpon rumah pribadi” Dan di statusnya beliau menulis “perusahaan jasa telekomunikasi stop kirim iklan ke ponsel pribadi dan telepon rumah!”

Terus terang aku berharap beliau menulis sesuatu di blognya yang bisa berakibat seperti bola salju. Sebagaimana aku tau dari situs fesbuk seorang teman yang berakibat dari perusahaan negara yang diulasnya di blog, melakukan perubahan bahkan hingga merasa perlu mengkontak sang teman secara langsung. Saat aku sedang fesbuking pagi ini dia menulis status “kaget, tulisan “Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin” telah menyebar ke banyak milis dan blog, termasuk blogdetik. Iklan pertamina tadi malam juga berubah”

Dan ternyata, harapanku terkabul. Hahahahaha. Temanku yang ‘protes’ itu akhirnya menulis soal ini di blognya. Sekarang, bolehlah aku berharap, efek bola salju berlaku lagi disini. Semoga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *