10. September 2009 · 3 comments · Categories: Tak Berkategori

Baiklah. ‘Orang orang pilihan’ itu akan dilantik. Mereka yang menyebut diri mereka wakil rakyat, [seharusnya] akan segera bertugas.

Mereka inilah yang dulu merayu rakyat. Mereka yang mengotori setiap sudut jalan dengan poster dan spanduk. Mereka yang mungkin telah menjual sebagian atau hampir seluruh harta bendanya. Mereka yang hanya wakil namun sangat senang dengan embel embel Yang Terhormat dibelakang nama sapaanya.

Mereka akan dilantik. Konon untuk acara pelantikan mereka, negara menganggarkan dana hingga 11 miliar Rupiah. Biaya mana termasuk akomodasi, uang saku, bahkan untuk membeli pakaian baru.

Mereka akan dilantik. Ditengah berita mengenai kelaparan yang melanda dan merenggut nyawa 200an warga di Papua, rumah serta puluhan warga Jawa Barat yang meninggal menjadi korban gempa. Ribuan korban semburan lumpur di Jawa Timur.

Mereka akan dilantik. Menggantikan mereka yang sebelumnya berdalih sedang berada ditengah kostituennya, sehingga tidak hadir pada saat rapat pleno pengesahan beberapa regulasi yang menyangkut banyak orang yang mereka wakili. Menggantikan wakil sebelumnya yang beberapa diantaranya sedang diperiksa terkait perkara suap yang sedang dihadapi. Menggantikan beberapa orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan, yang pada saat diperiksa KPK tidak bergelar wakil, namun menjadi oknum.

Mereka akan dilantik. Menggantikan mereka yang mengesahkan UU ITE yang mengakibatkan seorang ibu rumah tangga ditahan hanya karena ingin tahu penyakitnya. Menggantikan mereka yang mengesahkan UU Anti Pornografi yang membuat masyarakat lebih berhati hati kalau mau menjalankan beberapa kebudayaan asli milik bangsa.

Sudah pasti, mereka akan dilantik. Biaya 11miliar Rupiah hanya sebagian kecil dari biaya yang akan mereka kelola dan pergunakan. Masih miliaran bahkan triliunan Rupiah, uang yang akan mereka jadikan bancakan di Senayan sana.

Sebagai orang yang tidak memilih satupun diantara mereka yang akan dilantik, bahkan juga tidak memilih satupun diantara mereka yang mungkin ‘terganggu pikirannya’ karena tidak terpilih untuk dilantik, atau mendadak miskin karena ternyata tidak berhak dilantik, aku cuma bisa mengucapkan, Selamat dilantik deh.

Kerja yang baik ya. Terserah saja, untuk mengartikan kerja yang baik itu seperti apa. Toh, meski jabatan kalian hanya wakil, kalian lebih paham mengelola negara ini dibanding orang yang bisanya cuma menggerutu seperti aku.

3 Komentar

  1. JmXnBM , [url=http://xvvcuxcqrpjd.com/]xvvcuxcqrpjd[/url], [link=http://tncwrlntjemr.com/]tncwrlntjemr[/link], http://obfizrcijcpx.com/

  2. I might be beating a dead horse, but thank you for pstoing this!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *