07. Desember 2014 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

Teringat pepatah Jerman yang sering diulang oleh seorang penetua gereja dalam setiap wejangannya.Katanya Ãœbung macht den Meister. Artinya dalam bahasa Inggris, “practice makes the master” atau “practicing makes one a master” latihan membuat seseorang menjadi ahli.

Wejangan tersebut disampaikan pada kami sebagai generasi muda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan gereja. Wadah generasi muda seperti kami berlatih berorganisasi, berbicara di depan umum, bahkan sampai menyelenggarakan beragam kegiatan. Tentu saja yang berhubungan dengan gereja.

Meski berhubungan dengan gereja, tidak banyak perbedaan organisasi kami dengan organisasi lain. Karena bentuk dan kegiatannya secara umum sama. Ada ketua, sekretaris, bendahara dan seterusnya. Untuk sebuah kegiatan, dibentuk unit kecil lagi yang menangani kegiatan spesifik. Selama kurang lebih enam tahun, aku bergabung di organisasi itu. Banyak yang aku pelajari.

Pelajaran yang kudapat dalam waktu singkat itu, sedikit banyak membantu ketika harus bekerja sebagai karyawan. Ragam seksi aku jalanin. Pernah jadi ketua, sekretaris bendahara. Pernah bekerja langsung, pernah mengorganisasi, juga pernah mengkoordinasi. Tanpa perlu menggunakan istilah asing semacam Project Manager, general support dan seterusnya. Nama hanyalah sebutan. Yang terpenting adalah deskripsi pekerjaan. Dan bagaimana semuanya bahu membahu mencapai tujuan organisasi.

Berdasar pengalaman personal tersebut, beberapa kali terlibat dalam proses rekrutment calon karyawan, aku selalu mencari tahu apakah calon karyawan tersebut memiliki latar belakang organisasi. Apapun bentuknya. Karena menurutku, mereka yang terbiasa ikut organisasi, pasti terbiasa berinteraksi dengan orang banyak. Mungkin terbiasa menghadapi beragam masalah dan kemudian mencari solusinya. Hal tersebut menjadi penting mengingat dunia kerja terkait dengan dua hal itu.

Pada akhirnya, aku harus menghadapi situasi ketika mereka yang mengaku pernah terlibat sebuah organisasi, apalagi didapuk sebagai project manager, namun kenyataannya bekerja dan interaksinya cukup memprihatinkan. Ingatan kembali pada epatah Jerman tersebut. Namun dengan tambahan kalimat penghibur, mungkin dulu latihan tersebut tidak dijalani dengan benar. Atau mungkin posisi tersebut hanya sebagai label, tanpa deskripsi pekerjaan yang cukup jelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *