Pernah lihat perilaku penjual durian atau kelapa muda? Coba perhatikan sesekali saat berbelanja ke warung mereka. Ketika pembeli datang, ketika hendak memilih yang akan disampaikan ke pembeli, mereka akan memukul mukul dagangannya. Biasanya dengan pisau atau golok yang digunakan untuk membuka dagangan itu. Butuh beberapa kali pukulan sehingga akhirnya terpilihlah buah sesuai jumlah yang dipesan pembeli.

Terus terang aku belum pernah bertanya, apa tujuan sebenarnya dari ritual itu. Juga tak pernah memperhatikan, apakah ada perbedaan antara suara pukulan pada buah yang akhirnya dipilih dengan suara pukulan pada buah yang diletakkan lagi. Apakah buah dengan suara pukulan tertentu, lebih bagus dari buah dengan suara pukulan berbeda.

Yang terpikir buatku hanyalah, apa yang mereka lakukan itu sekadar membuat senang pembelinya. Kenapa? Karena pembeli akan merasa bahwa buah yang akan diserahkan sudah melewati proses pemilihan. Penjual tidak sembarangan memberi buah yang dibeli. Coba bayangkan. Dengan asumsi jumlah persediaan di warungnya tidak bertambah, sementara pembeli datang silih berganti. Mereka akan melakukan ritual ini, untuk setiap pembeli. Apabila suara ketukan tidak seperti yang diharapkan, apakah mereka akan menyerah dan menyampaikan kepada pembeli bahwa dagangannya tidak ada yang bagus untuk dijual? Aku yakin enggak. Karena kemungkinan rugi akan muncul. Terutama bila yang dijual adalah buah durian. Makanya aku pikir apa yang dilakukan, semata untuk kesenangan pelanggan saja. Setuju?

5 Komentar

  1. DO5lNe , [url=http://zlvekusclvpc.com/]zlvekusclvpc[/url], [link=http://jfbzgezbczst.com/]jfbzgezbczst[/link], http://hzjvhoateqgx.com/

  2. Cheers pal. I do appreciate the wtriing.

  3. Interesing article thank you!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *