terpikir kehilangan

Jim,

Sejak awal kau bergabung di Bursa, kita memang gak terlalu dekat. Pertemuan dan komunikasi kita hanya di ruang rapat atau saat makan siang. Terutama ketika bulan Ramadan seperti saat ini. Ketika kantor tidak menyediakan makan siang dan kita terpaksa mencari makan sendiri. Seringnya kita bareng nyari ‘makanan haram’ kalau sudah begitu.

Lae,

Sedih mendengar berita tanggal 9 Agustus 2021, pardijabumu mendahului kita. Terbayang kondisimu. Dengan dua anak yang ditinggalkan. Waktu itu aku kontak bang Natal, yang aku tau kalian dekat. Mencari tahu, memastikan. Meyakinkan berita yang aku dengar. Ternyata benar.

Jim,

Seingatku baru saja kau pulang ke bona pasogit. Membawa dua jagoanmu. Mungkin bertemu ompungnya. Aku memang tidak tanya. Tapi dari story yang aku lihat, kau bangga membawa anak-anak ke bona pasogit. Sampai pagi ini, aku lihat di whatsapp storymu kau masih menyisakan foto sebagai oleh-oleh dari bona pasogit. Lengkap dengan caption berbahasa Batak. Story yang aku lihat karena mencari kebenaran atas berita yang kudengar.

Jim,

Banyak orang yang bertemu denganmu hari ini. Semua kaget mendengar berita yang beredar. Semua mempertanyakan kebenaran berita yang kami baca. Tidak ada yang langsung percaya. Karena sampai sore kau masih meeting dengan beberapa diantara mereka.

Jim,

Ketidakdekatan kita, tidak lantas membuatku tidak bersedih. Aku enggak tahu pasti apa penyebab kesedihanku. Aku capture whatsapp storymu. Sambil mengkonfirmasi beberapa group kantor. Berdasar informasi yang aku kumpulkan dari bang Natal dan bang Martin. Aku sedih Jim. Aku menangis, Jim. Air mata menetes. Membayangkan kau dalam perjalanan pulang sore ini, di atas taksi daring (sebagaimana kabar yang kami dengar). Ketika pengemudi mengabarkan bahwa kau sudah sampai tujuan. Kau sudah tidak menjawab. Aku gak tau, apakah titik arah pulang yang kau pilih sudah benar. Pulang ke rumahmu atau ke rumah Bapa di surga.

Sekarang mungkin kau telah bertemu dengan kekasih hatimu. Meninggalkan dua Simanjuntak yang aku yakin kelak akan menjadi petarung tangguh.

Selamat jalan Jimmi Charlo Simanjuntak

Satu Komentar Tambahkan milikmu
  1. Semoga Bang Jimmi bisa bertemu dan berkumpul lagi dengan mendiang Istrinya di Surga ya BangGo.

    Aku shock juga, dua kali meeting di pagi dan siang 6 April 2022 ini sama mendiang dan timnya. Masih WA japri juga di paginya, masih ada request beliau yg belum sempat aku deliver, malamnya dengar kabar duka ini .

    Ya Allah, lindungi kedua anaknya dan jadikan mereka anak-anak hebat yg akan membanggakan mendiang kedua orang tuanya. Aamiin ya Rabbal Aalamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.