23. Oktober 2009 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

Bersosialisasi adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Hanya sedikit manusia normal dan sehat, yang betah hidup tanpa sosialisasi. Ah, kenapa aku langsung teringat novel Robinson Crusonya Daniel Defoe ya? :-). Yang bercerita soal seorang bangsawan yang terdampar sendirian, selama empat tahun di sebuah pulau di Pacific. Konon merupakan kisah nyata dari seorang Skotlandia bernama Alexander Selkirk.

Mungkin karena kebutuhan bersosialisasi itulah, kenapa jejaring sosial semacam Facebook, atau microblogging semacam Twitter mendadak ngetop. Bahkan menenggelamkan jejaring sosial semacam Frienster yang sepertinya muncul lebih dahulu. Meski sama sama bertajuk jejaring sosial, setidaknya ada perbedaan besar diantara keduanya. Facebook dan Twitter disatu sisi, Friendster disisi lain.

Yang terakhir, awalnya tidak menawarkan adanya interaksi semenarik Facebook atau Twitter. Meski, terakhir aku lihat sepertinya fasilitas untuk itu telah disediakan, tidak merubah kegandrungan orang terhadap Facebook.

Untukku pribadi, aku punya ketiga akun. Dan sama seperti yang aku sampaikan diatas, aku lebih tertarik dengan Facebook daripada Friendster. Dengan alasan yang sama. Interaksi yang lebih intens. Sementara untuk Twitter, lebih aku gunakan untuk menulis apa yang terpikir [sebagaimana tagline blog ini]disaat tidak punya kesempatan untuk menulis panjang. Karena di Twitter, ngeblog dibatasi hanya 140 karakter. Mirip sms jaman dulu.

Kegemaran itu didukung oleh teknologi yang semakin ‘memudahkan’. Produsen perangkat komunikasi berlombalomba menawarkan berbagai kemudahan untuk mengakses Facebook maupun Twitter. Bahkan untuk Twitter, perlombaan juga terjadi antara penyedia program aksesnya. Tujuannya hanya agar akses semakin mudah, pengakses semakin nyaman.

Kalau dulu, mengaksesnya hanya melalui komputer desktop, sekarang cukup dengan alat komunikasi yang tidak terlalu canggih. Sambil jalan di mall, makan siang di warung, bahkan untuk situasi kota Jakarta yang sering mempertontonkan tempat parkir panjang di jalanan, sambil nyetir juga orang bisa mengakses Facebook atau Twitter. Ngeblog dan langsung tersambung dengan teman dalam jejaring yang tersebar di penjuru dunia. Menyenangkan memang.

Namun, ada satu hal yang buatku aneh dengan perkembangan ini. Mengapa dengan segala kemudahan yang ada, masih saja ada yang berpikir bahwa seseorang yang rutin dan rajin melakukan pembaharuan terhadap status di facebook dianggap tidak melakukan aktivitas apapun selain daripada nge Facebook? Padahal, bahkankah sambil buang air, aktivitas itu masih tetap bisa dilaksanakan? Entah apa yang ada dalam pikiran mereka.

Buat aku pribadi, pikiran seperti itu [yang menganggap orang lain tidak melakukan apapun] hanya keluar dari pikiran orang yang belum mengenal teknologi. Yang senang membeli dan berganti handphone mahal [hampir pasti yang paling baru dan memiliki beragam fitur yang memudahkan] hanya untuk bertelepon atau mengirim sms. Sesuatu yang disayangkan memang.

Mungkin karena perkembangan itu pulalah mengapa pesta blogger [pesta narablog, harusnya. Karena istilah narablog untuk mengganti istilah blogger sudah mulai dipopulerkan :-p] bisa bertahan hingga penyelenggaraan ketiga besok hari. Dengan segala kemudahan yang tersedia, semakin banyak narablog yang muncul. Siapa saja bisa menuliskan pendapatnya di blog.

Kepada narablog Indonesia, khususnya peserta pesta blogger 2009, selamat berpesta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *