09. April 2011 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

vip

VIP atau Very Important Person. Persona Sangat Penting. Aku kurang memahami sejarah bagaimana sehingga muncul istilah ini. Seberapa penting seseorang yang layak diganjar sebutan ini. Sepenting apa dia. Atau apa pentingnya dia.

Yang aku ingat,biasanya sebutan ini disematkan kepada pejabat. Mereka yang punya kedudukan di pemerintahan atau sejenisnya. Kalau sedang melintas di jalan,kemudian perjalanan anda dihentikan karena ada iringan dikawal sirene lewat,bisa jadi yang lewat adalah rombongan VIP. Kemungkinan yang lewat adalah level menteri. Namun bila dikatakan yang lewat adalah rombongan VVIP,kemungkinan yang melintas adalah presiden. Bahkan dalam urusan persona penting itupun masih ada tingkatan.

Semakin kini,urusan penting ini,bukan semata urusan pejabat juga ternyata. Kalau misalnya ada pertunjukan,penonton pun biasanya dibagi dalam penting dan bukan penting. Sama seperti pejabat tadi,tingkatan tertinggi adalah VVIP,VIP,kemudian diikuti dengan kelas. Kelas 1,dan seterusnya dan diakhiri dengan tingkat paling ‘rendah’. Biasa disebut festival. Mereka yang menonton dari kelas terakhir, biasanya duduk paling jauh dari pentas pertunjukan. Atau malah berada di depan pentas pertunjukan namun berdiri. Tidak seperti VVIP yang duduk nyaman di sofa empuk,di depan.

Biasanya posisi menonton ini terkait dengan besarnya pengorbanan yang dikeluarkan. Urusan uang. Semakin besar uang yang kita bayar dalam menonton pertunjukan, semakin tinggi tempat duduknya. Harga tiket VVIP tentu bertolakbelakang dengan tiket festival. Untuk kenyamanan yang anda harapkan,ada bayarannya ternyata.

Begitulah, ternyata semua berakhir pada urusan uang. Kadang urusan penting atau bukan penting bukan soal seberapa penting posisi anda. Namun seberapa penting niat anda terhadap sesuatu. Bila cukup penting,silahkan menyisihkan uang lebih banyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *