09. April 2011 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

kayu.jpg.scaled500

Apa yang terpikir saat melihat sebuah balok kayu yang boleh dikata sudah tidak terlalu elok dilihat? Balok kayu besar itu penuh retakan. Di sebagian tempat mungkin sudah berlubang,karena disana pernah sebatang baut bersarang. Atau bahkan ada paku bengkok, yang sudah berwarna hitam. Melihat balok kayu itu di daerah Klender, Jakarta Timur,mungkin tidak akan membuat kita berpikir apa apa.

Namun pandangan akan balok kayu itu berubah saat kita melihatnya berada di restoran atau hotel. Ketika balok kayu tadi telah dipotong dengan bentuk rapi. Diberi sepuhan plitur sehingga sedikit mengkilap. Dibuat menjadi sebuah meja,tempat kita bersantap. Menatapnya kita akan berpikir, ini sebuah karya seni.

Ketika balok kayu itu berada di Klender,sebagian besar yang menatapnya mungkin tak akan berpikir untuk membawanya pulang. Namun saat bersantap diatasnya, sebagian besar yang tak terpikir membawa pulang balok itu saat di Klender,mungkin akan berniat membawanya pulang jika diberikan secara cuma cuma. Bahkan seandainya pada balok kayu yang sudah dirapikan itu disematkan harga tertentu,yang mungkin sudah tidak murah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *