05. Februari 2004 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

Apa bedanya pemimpin dengan yang dipimpin ? Atau dengan bahasa yang lebih vulgar, apa beda Bos dengan anak buah ? Posting ini, meski bernada guyon mungkin bisa jadi jawaban.

Namun tentu bukan itu saja. Yang lebih serius tentu saja ada. Contohnya sebagaimana yang disampaikan oleh Covey ini. Konon pemimpin pun punya seni sendiri.

Tapi dalam kenyataannya seorang pemimpin sejati, sangatlah sukar untuk ditemukan. Sedemikian susahnya mungkin, hingga dirasa perlu untuk mendirikan atau menyelenggarakan pendidikan bagaimana menjadi pemimpin. Kemudian setelahnya menciptakan teori kepemimpinan. Bahkan para pemuka agama merasa perlu memberi acuan dari sisi agama.

Mungkin perlu juga kali ya, dibedakan antara Pemimpin dengan Pimpinan [sengaja aku beri kapital]. Dulu pada masa belajar di sekolahan aku pernah mendengar kalimat berikut ini. Konon katanya, seorang Pimpinan adalah orang yang melakukan sesuatu yang benar. Sementara seorang Pemimpin adalah orang yang melakukan sesuatu dengan benar. Kelihatan bedanya ? Agak susah memang. Tapi kalau direnung-renungkan, mungkin kelihatan sedikit. Tapi aku gak mau membahasnya di sini karena bukan bidangku.

Dari sedikit uraian serba singkat di atas, aku pikir memang susah menjadi [mencari ?] seorang Pemimpin. Tapi bukan berarti tidak bisa. Karena sejatinya kita sendiri adalah pemimpin. Setidaknya buat diri kita. Lebih luas sedikit, mungkin juga kita menjadi pemimpin di lingkungan keluarga. Oh ya, dalam tataran bernegara tahun ini merupakan tahun mencari pemimpin buat negara kita. Karena tahun ini diselenggarakan pemilihan umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *