02. Mei 2003 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori
Seorang teman dalam satu emailnya berkata, “Life is always unfair?Itu kata guru TK, SD, SMP, SMA. Dosen saya ?Makanya ada hitam dan putih, besar dan kecil, cowok dan cewek, kaya dan miskin, bonus dan nggak dapat bonus?” Aku setuju apa yang dia bilang. Tapi kalo ada cara untuk merubah ketidak fairan itu, apakah kita diam saja dan menelan semua ketidak adilan itu mentah-mentah ? Menurut aku kita orang bodoh kalo begitu adanya.

Ada satu masa di negara ini dimana sembilan bahan pokok seperti beras dan lain-lain harus antri untuk mendapatkannya. Pengantri harus membawa surat keterangan miskin dari pemerintah daerah setempat. Tapi bak kata pepatah, dimana ada gula di situ ada semut. Alih-alih rakyat miskin, yang tidak miskin bahkan pedagang ikut ngatri dengan segala daya upayanya.

Sudah pasti penduduk miskin akan bertambah saingannya. Bahkan bukan tidak mungkin tidak mendapat sesuatu yang mustinya menjadi haknya. Kalau sudah begini, benarkah caranya ? Apakah bisa membenarkan pendapat teman lain yang berkata, “yang namanya undian itu untung-untungan, masalah nasib. Masalah yang menang punya motif ekonomi, itulah nikmatnya menjadi pemenang”

Sudah ah, aku mau pulang dulu. Senin ketemu lagi !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *