05. Maret 2004 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

Beberapa minggu lalu, Audy meluncurkan album keduanya yang diberi judul 2002. Kalau ada yang merasa judul album ini merujuk pada tahun diterbitkannya album ini, maka jelas sudah salah besar. Karena ternyata judul album itu berarti usianya saat album itu mulai dibuat [20] dan tanggal peluncuran album itu [02]. Kalaau dilihat dari sampulnya, sepintas ada kemiripan dengan album pertama yang berjudul 18.

Menariknya adalah, dalam dua album ini Audy selalu memberi judul albumnya dengan angka. Jarang penyanyi yang memberi judul album dengan angka seperti dia. Satu yang teringat adalah Iwan Fals. Ketika terjadi Tabrakan kereta api di Bintaro pada tahun 1987 Iwan Fals meluncurkan album yang diberi judul 1910. Dari lagunya ketahuan kalau 1910 berarti 19 Oktober. Tanggal saat terjadinya tabrakan itu. Yang membedakan Audy dengan Iwan adalah, 1910 merupakan satu lagu dari album tersebut. Sementara angka dalam judul album Audy memang diniatkan sebagai judul album.

Satu album lain yang mirip adalah album pertama Dewa yang diberi judul 19. Alasannya mirip dengan pemilihan 18 untuk album perdana Audy. Karena Usia Dhani, Erwin, Wawan, Ari serta Andra [anggota Dewa saat itu] memang 19 tahun. Uniknya, mungkin karena pada saat album 19 ini diproduksi belum banyak album rekaman yang diberi judul sampai beberapa tahun setelahnya, Dewa kerap dipanggil Dewa 19. Nah lo ! Namun sama dengan judul 1910 albumnya Iwan, 19 juga merupakan satu lagu di album itu.

Sampai saat ini jarang menemukan ada penyanyi [baik solo maupun group] yang merekam suaranya di album rekaman memberi judul album. Yang sering terjadi adalah, judul salah satu lagu dalam album yang hendak dirilis dan diharapkan menjadi lagu jagoan. Diantara yang jarang itu, aku mencatat beberapa penyanyi memiliki ciri khas ini.

Yang pertama, group GIGI tapi tidak semuanya. Album ke tiga diberi judul 3/4. Sementara judul album ke empat adalah 2×2 [yang sema dengan empat !]. Album ke lima sampai sampai ke tujuh kembali mengambil judul lagu. Sementara album ke delapan diberi judul Salam Kedelapan. Kalau dilihat dari urutan kaset atau CD yang keluar, ternyata GIGI telah menelurkan 10 buah kaset. Namun sepertinya mereka hanya menghitung 8 album yang pernah diproduksi. Karena dua lainnya merupakan kompilasi. Keduanya dirilis setelah album ke enam [Baik] dan setelah album ke tujuh [Untuk Semua Umur].

Group lain yang unik adalah Padi. Dari tiga album yang telah mereka rilis ada keunikan sendiri di judulnya. Sebab judul album mereka, selalu diambil dari judul lagu di album berikut. Album pertama berjudul Lain Dunia yang merupakan satu lagu di album kedua yang berjudul Sesuatu yang Tertunda. Sementara Sesuatu yang Tertunda merupakan judul lagu di album ke tiga yang berjudul Save my Soul. Apakah Save my soul merupakan judul lagu di album ke empat ? Cuman waktu yang bisa membuktikan.

Dan seperti udah ditampilkan di atas, menurut aku Dewa juga unik. Album pertama sebenarnya berjudul 19. Judul 19 ini diletakkan di bawah huruf E di DEWA [mereka menulisnya dengan DEWA]. Namun disayangkan pada album kedua [Format Masa Depan] dan ketiga [Terbaik Terbaik] mereka mengambil judul lagu sebagai judul album. Di album ke empat dan ke lima, Dewa memberi judul unik untuk albumnya. Masing-masing Pandawa Lima [yang sampulnya bernuansa wayang] serta Bintang Lima. Sementara di album ke enam [Cintailah Cinta] kembali mengambil judul lagu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *