01. Maret 2005 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

Sebagaimana telah lama diberitakan, bahkan sudah dimulai saat Presiden SBY memulai pemerintahannya, hari ini harga BBM naik. Beragam reaksi yang muncul di masyarakat. Mahasiswa berdemo, Ibu Rumah Tangga menolak, Dewan Perwakilan Rakyat tidak setuju, beberapa tokoh yang dipelopori oleh freedom institute sampai merasa perlu memuat iklan sehalaman penuh di Kompas. Tapi pemerintah jalan terus.

Aku pikir, tujuan menaikkan harga BBM itu sendiri adalah tujuan mulia. Mengurangi subsidi untuk dialokasikan kepada yang lebih penting, seperti pengentasan kemiskinan atau peningkatan pendidikan, siapapun tidak akan menolak. Namun yang penting untuk disikapi adalah bagaimana Pemerintah menjalankan niatnya ini. Jangan sampai uang yang semestinya untuk rakyat dipergunakan untuk para penjahat !

Sudah menjadi rahasia umum kalau negara ini banyak koruptor. Janji pak SBY untuk memberantas korupsi, hingga seratus hari pemerintahannya seolah sedang berjalan di tempat. Jangankan divonis, koruptor kakap yang ada di depan mata saja masih bebas berkeliaran. Padahal Kwik Kian Gie pernah mencatat kalau telah terjadi kebocoran sebesar 30% dari dana pembangunan. Bahkan masih segar dalam ingatan, kalau Transparancy Internasional Indonesia pernah merilis Indeks Prestasi Korupsi Indonesia serta Jakarta menjadi kota terkorup di Indonesia. Kita tau juga kalau dua lembaga eselon satu di Departemen Keuangan mendapat julukan senada.

Yang mencengangkan adalah tanggapan dari pejabat pemerintahan “I don’t care !” Masya Allah……….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *