28. Mei 2008 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

Mahasiswa mustinya sudah lebih dari dari siswa. Siswa biasanya menjadi sebutan untuk mereka yang masih duduk di bangku sekolah menengah. Sementara untuk yang duduk di bangku sekolah dasar, disebut murid. Itu yang disebut oleh Pak Mahulae, guruku dulu waktu masih di SMP.

Kenyataan mengharuskan demikian. Mahasiswa, sebagaimana sebutannya memang terkadang lebih dari siswa, bahkan murid. Kasat mata saja, mahasiswa sudah jauh lebih tua dalam usia. Sudah jauh lebih mandiri dalam belajar. Mustinya sudah jauh lebih dewasa.

Kenyataan yang ada, dalam seminggu terakhir bisa kita lihat dari media. Semua kondisi ideal diputarbalikan. Benar kalau mahasiswa menunjukkan kedewasaannya lewat unjuk rasa menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak. Dengan dalih membela rakyat, mereka berdemoonstrasi. Beragam tempat dipilih untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Mulai dari Istana Negara, jalan protokol di Jakarta dan daerah, sampai ke kampus-kampus.

Mahasisawa Universitas Nasional berunjukrasa di depan kampusnya. Demikian juga dengan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia dan Universitas Moestopo (Beragama). Sayangnya, unjuk rasa tersebut ternyata tidak mendapat simpati dari masyarakat, yang konon mereka bela.

Unas, UKI, dan Moestopo rusuh! Mahasiswa Unas yang lempar-lemparan batu dengan polisi, marah-marah saat polisi memasuki kampus mereka dan menangkapi ratusan orang yang dianggap terlibat dalam kerusuhan tersebut. Mahasiswa UKI, meski polisi tidak sempat ‘menyerbu’ ke dalam kampus, membakar ban di tengah jalan umum. Ujung-ujungnya macet yang didapat masyarakat yang mereka bela. Mahasiswa Moestopo yang pakai kata Beragama dalam nama kampusnya, menggebuki polisi yang melintas di depan kampus, hingga babak belur. Konon polisi itu bukan dalam tugas ‘mengamankan’ unjuk rasa mahasiswa.

Tapi diantara ketiga unjuk rasa menolak kenaikan BBM tersebut, siang ini diberitakan kalau mahasiswa UKI dan mahasiswa YAI yang memang kampusnya bertetangga di Salemba, mempertontonkan tingkah laku yang lebih heroik lagi. Mahasiswa kedua kampus hebat tersebut, terlibat tawuran dan saling melempar batu. Hidup Mahasiswa!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *