Gambar ini dikutip tanpa permisi dari blog-nya Adhit !

Awalnya aku baca blog bapak ini. Dari sana, tau kalo dia nulis novel. Judulnya Jomblo. Tertarik, aku beli. Ketika dan setelah selesai membaca, ternyata menyenangkan. Memenuhi pengharapan sebagaimana tercantum dalam judulnya :”Jomblo : Sebuah Komedi Cinta“. Memang bener-bener novel komedi ! Banyak hal tak terduga di novel itu. Mulai dari bahasa yang terasa seperti bahasa keseharian Jakarta, kalimat-kalimat tak biasa yang kalo dibaca dua kali ternyata dalem banget maknanya. Dan tak lupa catatan-catatan kaki yang meski hanya satu dua baris malah sukses membuat senyum.

Itu setahun lalu. Tahun ini terbit novel keduanya. Judulnya “Gege Mengejar Cinta“. Masih dengan type yang sama [novel komedi] meski perwatakan yang sedikit berbeda. Karena di Jomblo, Adhit mengambil setting anak kuliahan. Sementara Gege bersetting [kalau pake bahasa gaul Jakarta] profesional muda.

Terus terang, sebagai orang yang pernah membaca Jomblo, aku merasa masih banyak hal yang diulang dalam Gege. Satu hal yang sangat disayangkan memang. Namun menurutku hal itu bukanlah masalah besar kalau melihat pangsa pasarnya yang [mudah-mudahan aku tidak menghakimi] mengambil segmen remaja [jadi, kalo aku ikut-ikutan mbaca, lebih karena pengen terupdate saja suasana remajanya …he…he….he….]

Selain tentu saja masih kocak [namanya juga novel komedi], Gege masih dengan kalimat-kalimat liar [kadang nakal] dan mungkin tidak pernah terpikir oleh pembaca. Namun terkadang justru di situlah letak kelucuannya. Coba saja perhatikan kalimat ini : “Tia kaget terbata-bata, seperti orang yang gengsi mencintai orang lain yang mencintai orang lain lagi dan baru tahu orang lain itu akan makan siang dengan orang yang dia cintai” dan lihat catatan kaki untuk kalimat ini : Sori gua juga bingung. Let’s see. Orang lain cinta sama orang lain…you know what? Just go on reading! [hal 107]”

Soal jalan cerita, silahkan baca sendiri. Sebab kalau diceritakan di sini kasihan Adhit gak kebagian duit. Kalo ngebet juga pengen tau trailernya silahkan mengunjungi blog dia di http://adhitya.blogspot.com. Yang pasti, mbaca kata pengantar dan biografi penulisnya saja udah kocak !

Tapi apapun yang disajikan oleh Adhit dalam dua novelnya, patutlah diacungi jempol. Pertama, dia telah menambah jumlah novelis di negara ini. Kedua mungkin ini bisa menjadi inspirasi buat banyak orang [terutama pehobi blog mungkin] untuk tidak sungkan-sungkan menjadi penulis. Akhirnya, selamat kepada Adhit. Selamat juga kepada Ninit yang [mirip isian di kolom status istri jaman dulu] ikut suami1 dengan menjadi novelis.

Satu hal lagi, meski sudah tau lama soal keberadaan milis ini, aku mendaftar ikutan setelah membaca Gege.

——————
1sekarang juga Ninit ikut suaminya ke Africa koq [Adhitya style]

3 Komentar

  1. Wah,ni novel bagus banget!
    Aku minjem novel Gege mengejar cinta ama kakak sepupu.katanya,novel ini lucu.bener lho,waktu baca,aku ketawa loh,apalagi logatnya si Joko Tanpa D…
    “GIMANA SEH SAMPEYAN-SAMPEYAN IKI?NDAK MPROPESIONAL!KELUAR SATU JAM YA SATU JAM.INI BUKAN DUFAN!Kecuali Caca.Aduh,ngkamu tu,mbaek sekali.COBA KALIAN CUONTOH NDUK IKI!”

  2. sudah coba inibuku dot com?

  3. Bukunya habis..cetak lagi dong!!!!bisa pesan lewat i-net gak??

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *