28. Februari 2008 · 1 comment · Categories: Tak Berkategori

‘Pakar Telematika’ itu bikin ulah lagi. Kalau dulu dia bilang, ngeblog adalah trend sesaat,sekarang dia bilang kalo blogger itu tukang tipu!

Ya ampun.Ini orang lagi nyari sensasi kali ya? Atau dianya sedang memancing kemarahan orang? Tapi apa gunanya? Apa manfaatnya buat dia yang sudah menjadi seorang pakar? Apa karena dia sedang kesal dikerjain blogger-blogger yang pernah diejeknya? Entahlah. Hanya dia dan Tuhan yang tau, apa yang ada di hatinya. Dan aku, tanpa bermaksud solider dengan blogger yang lain, justru menganggap justru dirinyalah yang tukang tipu.

Sudah ada contohnya. Kepakarannya bahkan dengan gampang dimentahkan blogger lain. Bahkan sempat dibuatkan blog khusus untuk membahas kepakarannya. Sudah dibuatkan panggilan sayang khusus untuknya. Urusan dialah itu.

Aku cuma mau bilang, tujuanku ngeblog bukan untuk menipu. Seperti semboyan blog ini, aku hanya mencoba menuliskan apa yang terpikir. Aku senang menulis [atau mengetik, mungkin lebih tepatnya ya?] dan itu butuh wadah. Aku mulai dari fasilitas gratisan. Dulu lewat tripod. Pindah ke blogspot. Sekarang bisa beli domain dan hosting sendiri. Bukan untuk gagah-gagahan. Sekedar untuk menyalurkan kegemaran.

Lantas, yang aku tulis disini semuanya apa yang terlintas di kepala. Semua peristiwa, kejadian yang aku alami sehari-hari. Entah di rumah, di jalan, atau di kantor. Tentang apa saja yang menarik buatku untuk ditulis/ dikomentari. Lalu dimana letak tipuannya? Entah! kembali, tanyakan sama sang pakar. Dia yang ahli telematika tentu lebih tau jawabannya.

Ungkapan perasaan ini juga diilhami oleh ‘pertengkaran’ yang terjadi antara tiga orang blogger. Bukan pertengkaran segitiga. Tapi ada dua orang ‘melawan’ satu orang, yang aku ketahui dari planet terasi. Terus terang, aku tidak terlalu mengenal ketiganya. Namun membaca selintas [karena aku tak terlalu intens mambaca tulisan-tulisan mereka] aku merasa kedua belah kubu, dengan segala argumentasinya, sama-sama benar. Hanya komunikasi saja yang mungkin jarang mereka lakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *