11. Juli 2008 · 1 comment · Categories: Tak Berkategori

Bila Cinta Memanggilmu
Kau ikut kemana ia pergi

Walau jalan terjal berliku
Walau perih slalu menunggu

Cintamu butakan matamu dan hatimu
hsrusnya cintamu buka pintu kalbumu

Cinta adalah misteri
kita hanya manusia
tak berdaya melawan
takdir sang Raja Manusia
(tlah terlukis di Langit)

Jika sayapnya merangkulmu
dan pisau tajam siap melukai
Cinta Adalah Misteri

Cinta adalah misteri. Meski kamu dilukai karena cinta, ikuti saja kemana dia membawamu. Itu kata Kahlil Gibran, sebagaimana dikutip Ahmad Dani seperti seperti lagu diatas. Apakah benar demikian? Entahlah. Kenyataan yang ada didepan mata, seolah membuat kita harus percaya akan pernyataan Kahlil Gibran tersebut.

Mulai dari kisah Romeo dan Juliet atau kisah Siti Nurbaya. Film atau sinetron bertema tragedi berlatarbelakang cinta seolah tidak habis-habisnya ditanyangkan. Meski dengan beragam aliran musik, hampir setiap minggu muncul lagu baru mengenainya. Untuk yang termutakhir, debutan group D’Masiv sebagai band pemenang ajang pencarian bakat sebuah produsen rokok, hampir diperdengarkan disetiap kesempatan. Mulai dari bilik karaoke hingga pengamen pinggir jalan. Padahal dari judulnya saja, sudah menyeramkan. Mungkin kalau bukan benda tak berwujud, dia akan dipanggil polisi. Karena seperti kata D’Masiv Cinta ini Membunuhku ! Bayangkan, si korban membuat pengakuan terang-terangan seperti itu :-D.

Tragedi berlatarbelakang cinta, seolah bertolak belakang dengan makna dari cinta sesungguhnya. Karena bukankah dengan cinta, semua lebih indah [minimal lebih damai]. Lantas kenapa ada yang menyatakan kalau cinta itu melukai, bahkan ada yang terbunuh? Atau, mungkin ini ada hubungannya dengan istilah cinta itu buta? Sadar kalau memiliki perasaan cinta, akan mendapat derita [atau sekali lagi bahkan ada kemungkinan terbunuh :-)], masih saja mempertahankan cintanya? Menyadari perasaan cintanya akan mendapat tentangan, masih saja tidak mampu melepas cinta tersebut.

1 Komentar

  1. Samuel F. Silaen

    Terima kasih cinta untuk segalanya
    Kau berikan lagi kesempatan itu
    Tak akan terulang lagi
    Semua kesalahanku yang pernah menyakitimu

    Tanpamu tiada berarti
    Tak mampu lagi berdiri
    Cahaya kasihmu menuntunku
    Kembali dalam dekapan tanganmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *