10. November 2003 · 1 comment · Categories: Tak Berkategori

Waktu pulang ke rumah di Jatibening – Bekasi Sabtu kemarin, iseng aku membongkar-bongkar buku apa yang pernah aku beli. Hingga akhirnya tertuju satu buku yang belum aku sampuli. Judulnya “Terang Benderang, renungan spiritual harian kutipan dari MASNAWI RUMI“. Menurut catatanku, buku ini aku beli di Pesta Buku Jakarta 14 Juli 2001. Tapi bukan itu yang mo aku bilang. Secara acak aku baca renungan yang ditulis di sana [karena seperti judulnya, buku ini dibagi menjadi 363 hari dengan satu renungan setiap harinya]. Pada hari ke 288 tertulis :

Orang yang melihat tanpa pemutarbalikan,
bebas dari prasangka,
matanya terang bercahaya.
Kepentingan pribadi membuatmu buta
dan menguburkan ilmu dalam lahat.
Kurangnya prasangka membuat kebodohan
jadi bijaksana;
kehadirannya membuat ilmu menentang.
Janganlah menerima suap,
dan penglihatanmu akan menjadi terang;
bertindaklah mementingkan diri sendiri,
dan kau akan menjadi buta dan diperbudak.
[II,2550-3]

1 Komentar

  1. saya mencari maklumat mengenai Rumi, lantas ditemukan dgn blog ini. Selamat memahami ‘Terang Benderang’

    Tanggal 30 September, Ulaang tahun rumi ke 799 tahun

    Ramadhn Mubarak
    Rabiah, malaysia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *