15. Maret 2005 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

Tuhan, Bapa yang baik….

Terima kasih, atas tiga tahun bersamanya
Terima kasih, buat [hampir] dua tahun dia bersama kami…
Masih banyak tahun yang akan kami lalui bersama.

Sertai kami menjalani hari-hari kami,
Ajari kami dalam setiap langkah kami,
Bimbing kami dalam membesarkan dia yang Kau percayakan pada kami.,
Bimbing kami mengasihi orangtua sert keluarga yang mencintai dan sekaligus kami cintai

Biarkan kami selalu berjalan sesuai kehendakMu

Amin

09. Maret 2005 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

Teman-taman sehati yang kadang gila !

Maafkan aku tidak bisa bergabung dalam reuni akbar kita di Setiabudi Building malam ini. Apa dayaku, “aku ini lelaki kecil dalam kurun waktu berlalu……[jangan ketawa, dulu…lagu ini salah satu yang mempertemukan kita]”.

Begitulah keadaannya. Sejak Januari 2005, aku mengalami ‘sedikit kesulitan’ untuk lebih sering berinteraksi dengan beberapa teman. Jangankan dengan kalian yang udah datang jauh-jauh dari luar Jakarta, dengan si Bos aja udah jarang ketemu. Padahal tahun lalu, masih sering meeting tiap minggu di UppErgrOUnd bareng sama si pilot metromini, Ratu Halo dan si MK itu .

Maafku untuk Restu, Adek [yang sekarang sama dengan aku jadi penduduk Republik Bekasi], Joy [yang konon kalo ngeliat friendsternya udah gak lemoth lagi], -n- [yang wiken kemarin waktu melintas di Sudirman/Komdak teringat sama seorang mantan Juragan Kaos], Irto [Juragan minyak yang udah jauh-jauh nyebrang.”bebas fiskal di tempatmu, gimana boss ?], SP [udah menjelajah sampe mana, teman ?]. Yang belum kesebut, mohon maaf…

Sorry teman…..mudah-mudahan lain kesempatan kita bisa kumpul bareng lagi…………

BG [mantan ‘lurah’ Jakarta]

01. Maret 2005 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

Sebagaimana telah lama diberitakan, bahkan sudah dimulai saat Presiden SBY memulai pemerintahannya, hari ini harga BBM naik. Beragam reaksi yang muncul di masyarakat. Mahasiswa berdemo, Ibu Rumah Tangga menolak, Dewan Perwakilan Rakyat tidak setuju, beberapa tokoh yang dipelopori oleh freedom institute sampai merasa perlu memuat iklan sehalaman penuh di Kompas. Tapi pemerintah jalan terus.

Aku pikir, tujuan menaikkan harga BBM itu sendiri adalah tujuan mulia. Mengurangi subsidi untuk dialokasikan kepada yang lebih penting, seperti pengentasan kemiskinan atau peningkatan pendidikan, siapapun tidak akan menolak. Namun yang penting untuk disikapi adalah bagaimana Pemerintah menjalankan niatnya ini. Jangan sampai uang yang semestinya untuk rakyat dipergunakan untuk para penjahat !

Sudah menjadi rahasia umum kalau negara ini banyak koruptor. Janji pak SBY untuk memberantas korupsi, hingga seratus hari pemerintahannya seolah sedang berjalan di tempat. Jangankan divonis, koruptor kakap yang ada di depan mata saja masih bebas berkeliaran. Padahal Kwik Kian Gie pernah mencatat kalau telah terjadi kebocoran sebesar 30% dari dana pembangunan. Bahkan masih segar dalam ingatan, kalau Transparancy Internasional Indonesia pernah merilis Indeks Prestasi Korupsi Indonesia serta Jakarta menjadi kota terkorup di Indonesia. Kita tau juga kalau dua lembaga eselon satu di Departemen Keuangan mendapat julukan senada.

Yang mencengangkan adalah tanggapan dari pejabat pemerintahan “I don’t care !” Masya Allah……….

23. Februari 2005 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

Percakapan dua orang ‘sahabat’ setelah lama tak bertegur sapa. Tentang kebodohan seseorang.

“Apa kabar ?”
“Baik. Koq suaranya sepertinya kurang sehat ?”
“Yeach, begitulah. Ada satu yang mengganggu pikiranku. Dan sumbernya kamu”
“Ups…oh ya ?. Mengenai Apakah ?”
“bla…bla…bla….bla….Kamu tau siapa aku. Kamu tau bagaimana aku. Trus kenapa ?”
“Sebenarnya tiada maksud begitu. Niat awalnya cuman godain aja. Buktinya aku tidak teruskan, kan ?”
“Iya, tapi itu membuatku kepikiran. Mungkin tidak, kalau bukan kamu. Orang yang dekat denganku”
“Kalau begitu aku minta maaf”
“Tolong bantu aku untuk klirin soal ini”
“Nanti aku liat apa yang bisa aku lakukan. Tapi yang pasti aku minta maaf”
“Baiklah. Terima kasih, ya”
“Sekali lagi, aku minta maaf ya”
“Oke kalo begitu. Bye”
“Daah”

percakapannya, nyata. Inspirasinya dari blog 100kata-nya ibu ini

Nasihat Jiwaku

Jiwaku berkata padaku dan menasihatiku agar mencintai semua orang yang membenciku dan berteman dengan mereka yang memfitnahku.
Jiwaku menasihatiku dan mengungkapkan kepadaku bahwa cinta tidak hanya menghargai orang yang mencintai, tetapi juga orang yang dicintai.
Sejak saat itu bagiku cinta ibarat jarring lelabah di antara dua bunga, dekat satu sama lain; tapi kini dia menjadi suatu lingkaran cahaya di sekeliling matahari yang tiada berawal pun tiada berakhir, melingkari semua yang ada, dan bertambah secara kekal
Jiwaku menasihatiku dan mengajarku agar melihat kecantikan yang ada di sebalik bentuk dan warna. Jiwaku memintaku untuk menatap semua yang buruk dengan tabah sampai nampaklah keelokannya.
Jiwaku menasihatiku dan memintaku untuk mendengar suara yang keluar bukan dari lidah maupun dari tenggorokan.
Sebelumnya aku hanya mendengar teriakan dan jeritan di telingaku yang bodoh dan sia-sia. Tapi sekarang aku belajar mendengar keheningan, Yang bergema dan melantunkan lagu dari zaman ke zaman. Menyanyikan nada langit, dan menyingkap tabir rahasia keabadian…
Jiwaku berkata padaku dan menasihatiku agar memuaskan kehausanku dengan meminum anggur yang tak dituangkan ke dalam cangkir-cangkir yang belum terangkat oleh tangan dan tak tersentuh oleh bibir.
Hingga hari itu kehausanku seperti nyala redup yang terkubur dalam abu; tertiup angin dingin dari musim-musim bunga; tetapi sekarang kerinduan menjadi cangkirku, cinta menjadi anggurku, dan kesendirian adalah kebahagiaanku.
Jiwaku menasihatiku dan memintaku mencari yang tak dapat dilihat; dan jiwaku menyingkapkan kepadaku bahwa apa yang kita sentuh adalah apa yang kita impikan.
(by Khalil Gibran)