16. Januari 2008 · 1 comment · Categories: Tak Berkategori

Pagi ini, aku terpaksa naik omprengan ke kantor. Penyebabnya, sayap depan Varioku rusak sedikit karena dalam perjalanan pulang semalam, aku disenggol orang di jalan Kalimalang depan Universitas Borobudur.

Seperti biasa, bikers ugal-ugalan. Jalan raya Kalimalang yang kalau malam tidak terlalu terang, masih dijadikan ajang unjuk kebolehan mempermainkan gas motornya.

Ceritanya, ada orang menyeberang. Aku, yang dari jauh sudah melihat penyeberang itu, sudah memelankan laju motorku. Namun aku mendengar ada suara motor yang direm terpaksa dari sebelah kanan di belakangku. Benar saja. Tidak sampai hitungan menit, motorku sudah dihajar dua roda motor besar jenis sport yang slip karena direm mendadak. Sebegitu cepat kejadiannya berlangsung. Yang aku ingat, aku terjepit motorku sendiri dan motor orang itu. Aku tidak bisa langsung berdiri karenanya. Untung saja ada penjual rokok yang menolong menggeser Varioku untuk kemudian membawanya ke tepi jalan di depan warungnya. Begitu juga dengan si motor sport yang masih satu merek dengan Varioku itu.

Si pengendara motor sport itu minta maaf. Aku memarahinya sebentar untuk kemudian meminta Surat Ijin Mengemudinya. Ternyata, dia yang hanya menggunakan celana pendek masih anak-anak. Kelahiran tahun 1990. Entah, apakah dia mengalami luka. Yang pasti lututku, tergores aspal dan sepertinya merusak celana kerja. Aku minta dia datang ke rumahku untuk menyelesaikan persoalan. Ternyata lagi, dia tinggal sekitar 300 meter dari komplek aku tinggal.

Di rumah, setelah luka dibersihkan dan diobati, aku mendapati kalau sayap depan motorku ada yang patah. Aku tunjukkan itu pada si pengendara motor sport. Meski menyesak dada, aku minta dia ganti sayap itu dengan dengan yang baru saat teman yang dibawanya menawarkan untuk dilem saja.

Semalam dia berjanji akan mencari gantinya malam itu juga. Namun seperti diduga, tiada lagi toko yang buka jam segitu. Akhirnya motor aku tinggal, karena dia berjanji akan menyelesaikannya hari ini.

1 Komentar

  1. semoga tidak terulang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *