28. April 2003 · Write a comment · Categories: Tak Berkategori

anak kehidupan

Satu yang menjadi ‘pertanyaan dasar’ saat seorang mendapatkan bayi adalah :”Mirip siapa ?”. Dengan bentuk yang berbeda, pertanyaan itu jugalah yang aku terima setiap kali ada yang membesuk atau melihat putraku Yeremia.

Karena kebetulan Bapaknya berkulit sedikit gelap, komentar yang masuk misalnya : “Putih ya…“, “Untung aja nggak mirip elo yah…he..he.he…“, “…mirip Goklas, tapi syukur lebih terang…” atau “Kalau boleh aku reka-reka?.. anakmu akan seperti Ibunya. Pastinya tampan sekali?!!!!!!!..” Ha…ha…ha…

Ada-ada saja. Tentu saja aku menerima semua itu dengan suka cita. Sebab, entah mirip siapapun seorang anak, tetaplah kembali seperti apa yang dikatakan oleh Kahlil Gibran, “Anakmu bukanlah anakmu, dia lahir daripadamu tapi dia bukan milikmu…” Tugas orang tuanya adalah mengarahkan sang anak. Biarkan dia memilih dia menjadi apa. Orang tua hanya memfasilitasi.

Ha…Ha…Ha….udah kaya pendeta aja aku ini !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *