Setelah sekian lama (empat tahun) tiarap, akhirnya blog ini berdiri lagi. Siap untuk melangkah lagi.
Sudah selayaknya aku mengucap terima kasih kepada bang Mark Sibarani (@ybsmee). Karena ybs-lah ? yang sudah memperbaiki kesalahan yang ada pada mesin. Terima kasih juga sudah menyarankan hosting yang patut untuk dipertimbangkan.

Semoga setelah ini, blog ini bisa menampung apa yang terpikir. Melanjutkan semboyan writing for healing.
Writing for healing ini adalah konsep menggunakan tulisan sebagai katarsis, jadi tempat sampah. Karena apapun yang kita pikirkan itu harus diekspresikan sebenernya. Kalau disimpen aja, ya istilahnya sampah kalau disimpen kan jadi ngeganggu stabilitas kita secara mental.

Apa Itu “Writing for Healing”?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *