‘Pakar Telematika’ itu bikin ulah lagi. Kalau dulu dia bilang, ngeblog adalah trend sesaat,sekarang dia bilang kalo blogger itu tukang tipu!

Ya ampun.Ini orang lagi nyari sensasi kali ya? Atau dianya sedang memancing kemarahan orang? Tapi apa gunanya? Apa manfaatnya buat dia yang sudah menjadi seorang pakar? Apa karena dia sedang kesal dikerjain blogger-blogger yang pernah diejeknya? Entahlah. Hanya dia dan Tuhan yang tau, apa yang ada di hatinya. Dan aku, tanpa bermaksud solider dengan blogger yang lain, justru menganggap justru dirinyalah yang tukang tipu.

Sudah ada contohnya. Kepakarannya bahkan dengan gampang dimentahkan blogger lain. Bahkan sempat dibuatkan blog khusus untuk membahas kepakarannya. Sudah dibuatkan panggilan sayang khusus untuknya. Urusan dialah itu.

Aku cuma mau bilang, tujuanku ngeblog bukan untuk menipu. Seperti semboyan blog ini, aku hanya mencoba menuliskan apa yang terpikir. Aku senang menulis [atau mengetik, mungkin lebih tepatnya ya?] dan itu butuh wadah. Aku mulai dari fasilitas gratisan. Dulu lewat tripod. Pindah ke blogspot. Sekarang bisa beli domain dan hosting sendiri. Bukan untuk gagah-gagahan. Sekedar untuk menyalurkan kegemaran.

Lantas, yang aku tulis disini semuanya apa yang terlintas di kepala. Semua peristiwa, kejadian yang aku alami sehari-hari. Entah di rumah, di jalan, atau di kantor. Tentang apa saja yang menarik buatku untuk ditulis/ dikomentari. Lalu dimana letak tipuannya? Entah! kembali, tanyakan sama sang pakar. Dia yang ahli telematika tentu lebih tau jawabannya.

Ungkapan perasaan ini juga diilhami oleh ‘pertengkaran’ yang terjadi antara tiga orang blogger. Bukan pertengkaran segitiga. Tapi ada dua orang ‘melawan’ satu orang, yang aku ketahui dari planet terasi. Terus terang, aku tidak terlalu mengenal ketiganya. Namun membaca selintas [karena aku tak terlalu intens mambaca tulisan-tulisan mereka] aku merasa kedua belah kubu, dengan segala argumentasinya, sama-sama benar. Hanya komunikasi saja yang mungkin jarang mereka lakukan.

Masih ada hubungan dengan Layanan Pesan Singkat, dan apa yang hari ini dirayakan orang sebagai Hari Kasih Sayang. Sumbernya dari milis Batak Gaul dengan judul cowo batak yang tidak romantis. Pengirimnya : banrau06@xxxxx.com

SMS cowok batak yang romantis :
- Selamat hari palentin dek!! (pakai 2 tanda seru)
SMS pacarnya :
- Kok cm gt doank :-( (pakai emoticon-red)
SMS cowok batak yang romantis :
Bah..sudah hebat itu, biar tau kau hanya padamu SMS macam itu kuberikan..
SMS pacarnya :
Makasih..tapi mana coklatnya?
SMS cowok batak yang romantis :
Ah..coklat-coklat, kek anak kecil kau minta2 coklat..

Pagi ini, aku membaca LPS [Layanan Pesan Singkat = Short Message Service] yang aku terima semalam. Isinya seperti ini :

From: 02198841xxx
Date: Wednesday 13th February 2008 22:50
——————————————————————
Unt syt bsk cinta indah jng lupa bw bj hitam adegan kuburan tx andre costum

Wah, pasti seperti biasa. Salah kirim LPS…
Tapi, sesampai di kantor, aku terima lagi LPS dari nomer tak terdaftar di buku teleponku dan sepertinya masih berhubungan dengan LPS sebelumnya.

From: +-6281319487xxx
Date: Thursday 14th February 2008 07:41
——————————————————————
Pagi pak edwin irwanyah,sy hendar unuit sinetron cinta indah mau kasih tahu kalau hari ini pak edwin syuting jam 10 pagi di PEMAKAMAN UMUM JL. Telkom cibubur

BAH !!! Apa-apaan ini…? Makin kacau aja. Kepada teman-teman, aku cerita sekaligus membalas LPS itu :

To: (+-6281319487xxx)
Date: Thursday 14th February 2008 08:13
——————————————————————
waduh maaf sekali nich.pagi ini saya interview di Metro TV

Karena aku yakin, itu orang akan sadar bahwa orang yang dikiriminya LPS bukanlah orang yang dicarinya. Eh, gak begitu lama masih saja ada balasan dari nomer itu :

From: +-6281319487xxx
Date: Thursday 14th February 2008 08:15
——————————————————————
SAMPAI JAM BERAPA PAK?

Lho ? ..Koq ?
Kata seorang teman, jangan-jangan dia juga sedang mempermainkan, loe..Bang? Aku pikir, bener juga….Tapi sepertinya enggak. Dia orang pasti sedang kalap, karena aktor yang diharapkan jam 10 bisa syuting di Cibubur, bakal ngaret.
Tapi ‘permainan’ aku teruskan :

To: (+6281319487xxx)
Date: Thursday 14th February 2008 08:18
——————————————————————
cuma setengah jam sebenarnya.tetapi habis itu saya harus ikut fit and proper test di Cikeas dgn SBY.mungkin setelah itu saya boleh singgah di Cibubur

Hahahahahaha…..aku berharap, dengan mengatakan bahwa aku akan fit and proper test di Cikeas, sang artist manager akan sadar bahwa orang yang ‘diganggunya’ bukanlah orang yang dicari. Ternyata enggak juga. Karena dia masih mengirim LPS :

From: +-6281319487xxx
Date: Thursday 14th February 2008 08:25+AAA-
——————————————————————
JAM BERAPA KIRA2 SELESAI DARI CIKEAS

BAH !!!!! Akhirnya aku menyerah. Kasihan juga kalo terus-terusan mempermainkan orang tersebut. Pesannya tidak aku tanggapi.

Ternyata sodara-sodara…………..Dia menelponku. Dan menyampaikan hal yang sama. Aku jawab, ‘Pak, saya Tambunan. Goklas Tambunan, kerja di Bursa…” dijawab sama dia, “Lho? Bukannya pak Edwin Irwanyah?” “Bukan, pak. Mungkin Bapak salah nomer. Coba dicek lagi” kataku.

Selesai? Ternyata belum. Karena melalui nomer lain, dia masih meneleponku……lima menit kemudian.

Selesai? belum juga. baru saja saat menulis postingan ini, orang tersebut menelepon lagi. Matheeeeeeeeeeeeek !

Lewat pertarungan tanpa penonton yang dilangsungkan di Bandung, akhirnya Sriwijaya FC keluar sebagai Juara Liga Indonesia. Tim Ayam Kinantan harus berbesar hati menempati posisi kedua. Selamat buat Laskar Wong Kito. Salut buat PSMS

Lewat pertandingan mendebarkan, perpanjangan waktu 2 x 15 Menit, serta adu pinalti yang juga mendebarkan, akhirnya PSMS melaju ke Grand Final Liga Indonesia setelah mengalahkan Persipura Jayapura.

Kebangetan juga ini detikcom. Meski ada ingkaran [disclaimer] yang menyatakan bahwa Kolom Lima Alinea-nya yang ditulis seorang wartawan yang bernama Chaidir Anwar Tanjung, adalah pendapat pribadi penulis dan tidak mencerminkan institusi tempatnya bekerja. Bang Tanjung menulis bahwa masih untung Megawati menyebut Pemerintahan SBY menari Poco Poco dan bukan Manortor. Sebab menurut beliau, dalam manortor hanya ada gerakan lambat seperti siput, tapi jari penarinya saling bergerak untuk menjepit uang.

Entah, apakah dia berpihak kepada Megawati atau SBY sehingga berpendapat demikian. Enggak tau juga, apakah aku yang belum mempelajari sepenuhnya adat Batak, atau Bang Tanjung ini. Karena menurut aku apa yang disampaikannya tidak sepenuhnya benar. Apalagi Bang Tanjung menambahkan, manortor baru afdol kalau ada yang memberikan uang ke jemari penarinya. Bang Tanjung masih menambahkan, kalau orang Batak berkata, hepeng do mangatur negaraon [Uanglah yang mengatur negara]. Seolaholah ini adalah prinsip orang Batak. Padahal ungkapan itu muncul karena negara di ini korupsi sudah berjamaah. Segala urusan memerlukan uang pelicin. Mirip dengan akronim SUMUT [Singkatan untuk Sumatera Utara] yang dipanjangkan menjadi Semua Urusan Melalui Uang Tunai.

Kembali ke masalah manortor, manortor adalah tarian khas suku Batak. Ada beragam jenis tortor. Beragam pula gerakannya. Aku gak tau persis tortor apa yang gerakannya seperti digambarkan Bang Tanjung yang gerakannya lambat seperti siput. Dan dalam acara adat apa tortor itu dipakai. Yang pernah aku ikuti, bahkan dalam proses kematian Ompung [kakek] ku gerakan tortor yang kami [cucu-cucunya] lakukan adalah gerakan tortor yang gembira. Karena demikianlah kepercayaan yang kami anut. Apalagi kalau yang meninggal telah gabe. Semua anak-anaknya telah menikah, dan telah memberi cucu kepada yang meninggal. Baik dari anaknya lelaki maupun perempuan. Upacara adat kematian seperti ini, sering disebut juga Saur Matua. Disitulah anehnya. Acara yang mestinya penuh dengan dukacita, kami [warga Batak] rayakan dengan sukacita.

Mungkin memang ada jenis tarian tortor yang gerakannya lambat seperti siput dengan jari penarinya saling bergerak menjepit uang, sebagaimana digambarkan Bang Tanjung. Namun mungkin dia lupa kalau tangan sang penari menjepit uang, tentu saja ada yang memberi uang. Nah si pemberi uang itu, memberikannya dengan manortor. Kalau sudah begini, sisi panortor [penari] manakah yang sebenarnya diambil sebagai analogi oleh Bang Tanjung, untuk menggambarkan pemerintahan SBY? Biarlah hanya dia yang tau !

Phuih……direvisi juga…..

Akhirnya ada yang masih sadar……..

Semakin jelas kenapa negara kita tidak maju-maju. Para pemimpin, bukannya memimpin malah sibuk dengan urusan tari-tarian. Pemimpin sebuah Partai Oposisi bilang kalo pemimpin (pemerintahan) sekarang sedang menari poco-poco. Maju selangkah, mundur selangkah. Gak ada kemajuan. Kalaupun ada goyangan, sekedar memuaskan pandangan para penonton. Yang dikritik, memang tidak langsung membalas. Tapi balik membalas, melalui juru bicaranya dan partai pendukungnya. Main sindir-sindiran seperti bocah.

Susah juga. Yang satu, sepertinya tidak bisa menerima kekalahan dalam Pemilu terakhir, dan merasa mampu memimpin seandainya dahulu diberi kesempatan. Mungkin dia lupa kalau, beliau pernah diberi kesempatan memimpin. Meski hanya sebentar (karena menggantikan Presiden sebelumnya, yang dimakjulkan), dalam kampanyenya menyambut pemilihan Presiden pertama secara langsung, beliau menyingkap semua keberhasilan selama memimpin. Namun apa daya rakyat lebih memilih orang lain. Mustinya hal ini bisa jadi pelajaran.

Pemimpin yang menang, terlalu tipis telinganya. Terlalu cepat merespon sekala kritik terhadapnya. Bahkan merasa perlu melaporkan sendiri kepada polisi, atas nama pribadi seorang [mantan] anggota Dewan Perwakilan Rakyat, yang menurutnya telah mencemarkan nama baiknya. Namun, sikap yang sepertinya elegan itu ternyata tidak dilanjutkan pada waktu laporannya ditindaklanjuti aparat penegak hukum. Pelapor, dengan alasan kesibukan tugas negara tidak bisa datang ke Pengadilan sebagai saksi korban.

Ingat hal ini, aku ingat kalimat yang kira-kira berbunyi, “Kita tidak akan pernah menjadi seperti apa yang orang katakan”. Kita sendirilah yang menentukan siapa diri kita. bukan orang lain. Kenapa kita musti menghabiskan energi untuk memikirkan apa yang orang lain katakan?

Seorang teman dekat merasa perlu ‘membunuh’ blog yang dibangunnya cukup lama, karena beberapa teman lain sering membaca dan kemudian berkomentar miring terhadap beberapa postingannya. Seorang teman lain, bahkan bercerita dengan mata berkaca-kaca saat tau kalau dia dikatain sesuatu yang terus terang menyakitkan hati. Namun aku percaya dia tak seperti itu.

Diluar kedua teman tadi, ada seorang teman dekat lain yang berprinsip unik dan aku setuju dengan dia. Dia cerita, pernah bertemu dengan seorang teman baru di satu tempat. Namun sang teman baru itu seolah-olah tidak mengenal teman dekatku ini. Kepadaku dia berkata, “Emang gw pikirin kalo waktu itu dia sombong? Yang penting bukan dia yang memberi aku makan. Aku mencarinya sendiri”

Kira-kira seperti itulah prinsip yang sedari dulu aku jalani. Prinsip yang diajarkan oleh keluargaku. Peduli amat kata orang. Mari kita kerjakan hal yang sepatutnya kita kerjakan dengan sebaik-baiknya. Peduli amat kata orang. Toh bukan dia yang kasih kita makan. [kalimat terakhir ini biasanya Ibuku yang ngucapin] Sebab nasi yang kita makan, berasal dari “rice coocker !

Jadi daripada rajin mengkritik, mungkin ada baiknya pemimpin partai oposisi itu melakukan konsolidasi terhadap partainya. Cari penyebab dari, bagaimana bisa partai yang memperoleh suara terbanyak pada pemilihan anggota parlemen, kalah dalam pemilihan Presiden langsung. Bukankah sudah jelas, lebih banyak yang menyukai saingannya? Satu hal lagi, perasaan dulu waktu jadi pemimpin, beliau selalu menjawab lebih baik banyak bekerja daripada banyak bicara, waktu orang-orang mengkritik sikap diamnya. Kenapa hal itu gak berlaku?

Kepada pemimpin yang menang, kerja aja bos! Gak usah dipikirin suara satu dua orang. Ada puluhan juta yang memilih anda dalam pemilihan kemarin. Bukankah itu lebih dari cukup? Masak sampeyan lebih peduli suara segelintir orang daripada mayoritas pemilih anda? Kalau kerja anda bagus, tahun depan insya allah dipilih lagi. Ya kalo selama ini kerjanya gak bener, ya rakyat juga akan menghukum dengan memilih yang lain. Dan itu tak perlu ditakutkan karena, bukankah jabatan adalah amanah dan titipan dari Sang Pemberi Hidup?

Kepada teman dekat, teman lain, dan teman dekat lain, apapun sikap kalian, aku tetep sayang kalian :-D .