Damai di Bumi

Apa yang paling menarik dari memiliki seorang bayi ? Buatku [yang hari ini tepat seminggu memilikinya], hal yang paling menarik adalah memandang wajahnya ! Saat dia tidur, saat dia minum susunya, saat dia menangis, saat dia tertawa atau tersenyum [meski penglihatannya belum sempurna] bahkan saat dia e’e..!!

Memandang wajahnya yang lugu plus lucu, yang ada hanyalah ketenangan. Aku pikir tidak salah kalau banyak orang yang bilang kita akan merasa berdosa kalau merusak dunia ini. Mestinya kita bisa belajar dari keluguan anak-anak. Bisa bercermin dari keluguan bayi.

Kalau saja Bung Saddam atau Om Bush baru memiliki bayi, aku jamin tak bakal ada perang teluk !

Kala Raja dan Ratu berseteru

Setelah Amerika menyerang Irak, sekarang di Indonesia, giliran Raja Dangdut menyerang Ratu Ngebor. Tapi di luar perkiraan, ternyata banyak simpati yang mengalir ke Inul. Meski banyak yang mengamini sang Raja, tidak sedikit pula yang mengecam pencekalannya terhadap Inul Daratista.

Aku sendiri setuju dengan apa yang dikatakan oleh Nursyahbani Katjasungkana [aktivis perempuan] di detikKenapa harus jihad kepada Inul. Kenapa Rhoma tidak jihad kepada koruptor dan prostitusi yang semua pelakunya adalah laki-laki,

anak kehidupan

Satu yang menjadi ‘pertanyaan dasar’ saat seorang mendapatkan bayi adalah :”Mirip siapa ?”. Dengan bentuk yang berbeda, pertanyaan itu jugalah yang aku terima setiap kali ada yang membesuk atau melihat putraku Yeremia.

Karena kebetulan Bapaknya berkulit sedikit gelap, komentar yang masuk misalnya : “Putih ya…“, “Untung aja nggak mirip elo yah…he..he.he…“, “…mirip Goklas, tapi syukur lebih terang…” atau “Kalau boleh aku reka-reka?.. anakmu akan seperti Ibunya. Pastinya tampan sekali?!!!!!!!..” Ha…ha…ha…

Ada-ada saja. Tentu saja aku menerima semua itu dengan suka cita. Sebab, entah mirip siapapun seorang anak, tetaplah kembali seperti apa yang dikatakan oleh Kahlil Gibran, “Anakmu bukanlah anakmu, dia lahir daripadamu tapi dia bukan milikmu…” Tugas orang tuanya adalah mengarahkan sang anak. Biarkan dia memilih dia menjadi apa. Orang tua hanya memfasilitasi.

Ha…Ha…Ha….udah kaya pendeta aja aku ini !

Bersiap menunggu kehadiran putra pertama !

tentang sebuah group musik !

usai

per hari ini, lepas sudah beban itu. setelah dua tahun lebih aku didapuk jadi Ketua Serikat Pekerja di sini, per sore ini aku telah menyerahkan periode selanjutnya kepada Yanuar yang akan melanjutkannya sampai 2005 mendatang.

lepas sudah beban yang sudah aku rasakan sejak pertama kali dipilih. menurutku pribadi mereka salah memilih aku sebagai ketuanya. hanya karena aku ‘berani’ menulis surat terbuka kepada manajemen, mereka pikir aku pantas untuk memimpin sebuah organisasi sebesar sp-bej ! padahal aku bukan siapa-siapa. hanya menjalankan apa yang pernah diajarkan orang tua kepadaku. benar seperti kata salah seorang anggota, kepengurusan di bawah aku, punya masalah dengan kepemimpinan.

aku rasa, Bang Jay [spesialis nomer dua ^_^], Mas Toto [pengamat cuaca nan bijak], Ade ‘SeGeR’ [yang selalu seger dan bisa membawa keceriaan], Hendy [yang membantu menyebarkan informasi ke anggota], mBak Anna [yang pertama menolak kami ajak tapi akhirnya mau ngurusin duit tak seberapa] serta Kang Yudi [yang selalu kebagian repot, padahal aku berharap kang Yudi bisa lebih 'bersuara' di kepengurusan] pantas mendapat acungan dua jempol dariku dan dari teman-teman anggotanya ! karena mau dipimpin seorang yang memiliki ‘masalah’ dengan kepemimpinan ^_^. aku tau kalian bisa diandalkan !!! aku rasa tidak cukup hanya makasih…makasih…makasih….

terima kasih juga kepada tujuh [lebih] orang teman-teman yang sudah merekatkan kembali organisasi ini. Safrizal, Marjuki, Puspo, mPok Nurhayati, mBak Emma, Uda Heri, serta kak [pariban] Ernauli, makasih banget ya…..kita sama-sama tunggu dan berjuang untuk kalian ! Juga Rosa dan Gani di Medan. rap mamereng ma hita !

aku minta maaf kepada teman-teman anggota sp-bej kalau selama menjadi ketua, aku tidak memenuhi harapan kalian. permintaanku hanya satu, mari bersama-sama kita bangun dan pelihara organisasi ini. sebagai tempat belajar, tempat berinteraksi lebih dalam, tempat berbagi [dan terutama peduli] dengan sesama pekerja terutama diri kita sendiri !

buat Yanuar, bukan masalah buatku kalau sekarang ‘hanya’ bagian dari sekjend [seperti di pidato sore ini]. dimanapun aku, sama saja. bukankah kita bersama-sama ?

Pernah dengar “kejamnya ibu tiri tak sekejam ibukota ?” Dulu aku sering nonton pilem indonesia yang beberapa diantaranya mempunyai kemiripan dengan mengangkat topik itu. Ujung-ujungnya kesimpulannya hanya satu. Jakarta memang kota Edan ! *trus apa hubungannya ya ? ^_^*

Kemarin aku menemukan satu yang bisa membuktikannya. Ada sebuah buku yang ditulis, khusus menceritakan ke-edan-an kota Jakarta ini. Judulnya, Jakarta Undercover dengan sub judul Sex n’ The City. Isinya, menceritakan soal ‘petualangan’ sang penulis merambah sudut-sudut kota Jakarta. Untuk mengetahui ‘dunia malam’ di Jakarta.

Tulisannya semua bercerita soal perilaku [sebagian] penduduk Jakarta yang menurut ukuran saat ini [gak tau besok lusa] memang edan !. Mulai dari Sex bulan madu Pajero Goyang, Lulur Tripel X Salon-Salon Eksekutif, Nudes Party Ladies Night sampai Weekend Party Janda-Janda Tajir .

Menurutku pribadi, tidak ada yang aneh dari buku ini. Karena, seperti diakui sendiri oleh penulisnya , sebagian isi buku ini pernah mengisi beberapa majalah yang khusus laki-laki. Kalau isinya biasa-biasa saja, kenapa laris banget ya ? Karena penerbit berani mencantumkan Best Seller di sampulnya. Kalau aku lihat faktanya, edisi yang ada di tanganku sudah cetakan ke-enam sejak terbit Januari 2003 !

Aku pikir kembali ke masalah edan itu tadi. Edan Tenan !