Sepanjang yang aku ketahui dalam setiap rumah adat Batak [Toba], selalu terdapat simbol atau lambang seekor hewan yang tidak pernah ketinggalan. Lambang tersebut adalah hewan cicak. Yang dalam budaya Batak disebut “Boraspati”. Boraspati, melambangkan kesuburan. Bukan hanya kesuburan tanah, juga kesuburan penghuni rumah tersebut. Kesuburan berarti kemakmuran. Dan aku rasa itulah yang mendorong leluhurku dulu memajang cicak di rumah mereka. Harapan akan kemakmuran.

Dua minggu terakhir ini, sang boraspati sedang naik daun di ranah internet . Setahuku, pemicunya adalah sebuah posting di politikana yang mengingatkan akan adanya perkataan seorang petinggi kepolisian di sebuah majalah berita ternama. Ucapan tersebut [meski telah dibantah] tidak pelak memicu gelombang dukungan terhadap lembaga yang ditengarai disebut cicak. Bahkan cicak sendiri menjadi akronim yang mendukung adanya lembaga tersebut.

Buatku pribadi, sebenarnya kehadiran lembaga tersebut tidak terlalu diperlukan. Karena sebenarnya fungsinya telah ada di lembaga sebelumnya yang terlebih dahulu ada. Namun karena pada perkembangannya lembaga-lembaga tersebut dianggap tidak bekerja maksimal [termasuk sang buaya sendiri dan ‘kampung maling’ yang pernah dipimpin seorang ustadz] bahkan beberapa oknumnya menjadi ‘santapan’ cicak, ditambah dorongan reformasi, dibentuklah lembaga cicak ini.

Dihubungkan dengan boraspati diawal tulisan ini, aku mendukung gerakan cicak yang akan dideklarasikan besok, 12 Juli 2009. Bukan karena tidak suka dengan buaya. Tapi lebih kepada harapan kepada sang cicak yang bisa member harapan, kembalinya kesuburan dan kemakmuran bangsa ini.

Salam, CICAK

cicak di dinding :
“…cicak kok mau melawan buaya…”
Gerakan Cicak Vs Buaya Ramai di Facebook
KPK Enggan Tanggapi Soal Isu ‘Cicak Vs Buaya’

Usai sudah Pestablogger 2008. Pagi ini, akhirnya aku bisa hadir meski agak terlambat karena musti mengerjakan sesuatu di kantor terlebih dahulu.

Acara diawali dengan kata sambutan dari Om Wicak yang kali ini menduduki posisi sebagai Manusia Kursi. Saat berpidato, beliau sempat menyebut sebuah nama sebagai Manusia Kursi tahun depan. Terus terang aku lupa siapa yang disebut. Tapi menurutku, mungkin inilah cara ‘petinggi-petinggi’ pesta blogger untuk melakukan suksesi dalam kepengurusan [panitia] setiap tahunnya. Mengingat bahwa bentuk ‘organisasi’ ini berbeda. Tidak seperti organisasi lain yang memiliki pengurus yang mungkin pemilihannya diadakan secara berkala oleh anggotanya.

Perbedaan ini, mungkin disebabkan oleh kumpul-kumpul anggota organisasinya sebih banyak dilakukan lewat dunia maya. Entah sudah ada yang memikirkan atau belum, mungkin sudah saatnya dipikirkan sebuah wadah organisasi untuk ini. Minimal untuk menjadi pengurus kepanitiaan. Apalagi mengingat bahwa pemerintah [meski hanya melalui salah satu atau beberapa anggota kabinet] telah mengakomodir keberadaan blogger dengan adanya Hari Blogger Indonesia. Juga karena ada niat untuk melaksanakan pesta semacam ini setiap tahun.

Sesuai dengan tema pesta tahun ini yang Blogging for Society, pada saat acara ditampilkan beberapa profil dari komunitas blogger yang berasal dari berbagai daerah. Kepada beberapa diantara mereka, panitia memberi penghargaan. Selamat buat Bali Blog Community dan CahAndong. Untuk pertama kalinya juga, pesta tahun ini menyelenggarakan kompetisi fotografi. Tapi, karena pulang ditengah acara, aku tidak sempat mengikuti pengumuman pemenangnya.

Pemerintah sendiri ‘mengirimkan’ tiga orang perwakilannya pada pesta kali ini. Satu orang Menteri dan dua pejabat eselon satu. Dan dari ketiganya, hanya pak Kusmayanto dan pak Tjahyana yang ‘nyambung’ dengan acara yang dihadiri. Bapak satunya, hanya membaca pesan dari atasan tanpa ada nilai tambah. HUH…berasa berada di jaman eyang dulu :-p. Namun aku setuju dengan apa yang disampaikan oleh ‘perwakilan’ pemerintah dalam sambutannya. Bahwa pesta kali ini mengingatkan peserta pada peristiwa delapan puluh tahun lalu. Saat pemuda perwakilan dari beberapa daerah di Indonesia berkumpul dan menyatakan sumpahnya.

Acara bincang-bincang menenai tema pesta dengan beberapa ‘pemilik’ blog yang sesuai dengan tema pesta dipandu oleh Enda Nasution. Demikian juga saat bincang-bincang dengan blogger mancanegara. Heran juga. Kenapa Enda yang dari panggung sempat disebut sebagai Bapak Blogger Indonesia, musti memandu dua acara. Harusnya diberi kepada yang lain. Aku berpikir, mungkin kerena bentuk kepanitiaannya yang dikerjakan dengan sukarela. Soal Enda ini, sempat berasa agak aneh. Merasa aneh, karena terdengar ada pertanyaan dari kursi di belakangku, bertanya siapa sebenarnya Enda Nasutiaon itu. Berasa aneh, karena menurutku ada kontradiksi antara sebutan itu dengan pertanyaan yang muncul. Namun aku segera sadar, karena merasa memang tidak ada keharusan semua blogger yang hadir mengenal Enda. hehehehehe.

Dari komentar yang masuk di situs pesta, ada juga yang ‘menyentil’ soal suasana makan siang yang katanya mirip pengungsi. Menurutku hal tersebut bukanlah masalah besar. Mengingat bahwa sebenarnya pesta ini merupakan ajang ‘kopi darat’ dari blogger yang mungkin selama ini hanya berbagi komentar di blog masing-masing. Sebagaimana ajang kopi darat yang biasanya dilaksanakan oleh berbagai mailing list, yang utama sebenarnya acara ketemuannya. Acara ngobrol-ngobrolnya. Soalnya hal tersebut mungkin tidak dapat dilakukan dengan bebas di dalam auditorium. Jadi acara makan siang adalah pelampiasannya :-D.

Dari yang aku lihat, banyak peserta yang mungkin janjian untuk bertemu di pesta ini. Atau datang bersama-sama. Bahkan ada yang membawa anak. Entah itu balita, batita dan harus digendong selama acara berlangsung. Mungkin hanya sedikit yang tetap nekat datang, meski harus datang sendirian dan dan duduk manis sendiri tidak berbaur seperti aku…hahahahaha..

Anjungan sponsor juga banyak. Mulai dari penyedia jasa telepon, organisasi nirlaba, media, perangkat teknologi, hingga pada Kedutaan Besar Amerika Serikat. Dan seperti biasa, anjungan yang memberi oleh-oleh agak ramai dikunjungi oleh peserta. Aku sendiri pulang dengan menenteng empat buku mengenai Amerika Serikat.

Di ruang sebelah ruang utama, tepatnya di kantin BPPT, panitia menyediakan hiburan berupa musik hidup. Yang sempat aku lihat penampilannya adalah Endah N Rhesa yang ditemani oleh seorang pemain keyboard yang tuna netra. Sambil bermain musik, mereka mempromosikan album garapan mereka yang hasil penjualannya diniatkan untuk membantu proyek pengadaan buku untuk kaum tuna netra lewat Gerakan Seribu Buku untuk Tuna Netra !

Pesta tahun ini juga menghadirkan beberapa blogger tamu yang berasal dari mancanegara. Yang bahkan seorang diantara para tamu tersebut, merupakan seorang politisi dari negara tetangga. Dua orang diantaranya bahkan sempat unjuk kebolehan bernyanyi bersama Enda N Rhesa di kantin. Dalam bernyanyi, sempat juga keduanya bergoyang sekenanya, mengingat lagu yang dinyanyikan memiliki tempo yang lumayan cepat hingga terasa tidak asyik juga dinyanyikan seperti bernyanyi di depan kelas :-).

Secara garis besar, aku pikir mungkin pesta blogger ini bisa dibilang sukses. Baik dari konten cara yang disusun maupun dari hiburan yang diberikan. Karena aku baca dari situs facebook Maylaffayza, blogger yang kebetulan seorang selebrita, dia merasa puas atas respon blogger pada saat dia tampil.

Aku bilang mungkin, selain karena aku tidak mengikuti hingga akhir acara, aku juga tidak ikut pada pesta tahun lalu. Oleh sebab itu, tidak memiliki perbandingan antara keduanya. Terima kasih buat kerja keras panita yang telah membuat pesta ini menjadi nyata. Mudah-mudahan tahun depan aku bisa hadir lagi :-D.

p.s.: selama kehadiranku yang singkat itu, ada juga peserta yang mencatat alamat blog sederhana ini. hehehehehe

Beberapa hari lalu, dipagi hari setelah memarkir motor saat ke kantor, seperti biasa aku memeriksa telepon selularku. Siapa tau ada panggilan tak terjawab, yang luput karena pasti aku tidak mendengar ketika mengendarai motor.

Benar saja. Ada dua pesan muncul di layar. Satu pesan mengatakan ada satu panggilan tak terjawab. Pesan berikutnya, dari fasilitas yang disediakan penyedia jasa telepon selular. Yang memberi kabar bahwa, tadi pukul sekian ada satu panggilan tak terjawab. Tekan sekian sekian jika ingin mendengarkan pesan yang bersangkutan.

Pesan pertama, menyampaikan bahwa ada satu panggilan dari nomor tidak dikenal. Unknown. Bah!!!. Satu hal yang paling mengesalkan buatku untuk urusan telepon seluler. Panggilan dari nomor yang tidak memunculkan nomor apalagi nama pemanggilnya. Beruntung aku menggunakan telepon yang dilengkapi dengan fasilitas untuk langsung menolak panggilan seperti itu. Biasanya, jika ada panggilan seperti itu padaku, tidak akan sempat membunyikan nada dering karena secara otomatis akan ditolak.

Sepanjang hari itu, seingatku ada dua atau tiga panggilan berikutnya yang datang. Dan selalu begitu. Ditolak mentah-mentah oleh telepon pintarku itu. Besoknya kejadian sama masih berulang sebanyak dua kali.

Buatku ini aneh. Asumsiku, panggilan berulang itu masih dari orang yang sama. Juga, mungkin ada sesuatu yang penting yang akan disampaikan. Kalau itu dari penyedia kartu kredit, yang akhir-akhir ini, dari berbagai perusahaan sedang semangat empat lima menawarkan beragam kemudahan, pasti tidak menggunakan nomor tidak dikenal. Yang aku alami, mereka telemarketing itu menggunakan telepon tetap. Aku menduga, panggilan aneh bin iseng ini berasal dari nomor telepon selular. Dugaan lain yang bisa langsung dieliminasi, panggilan ini berasal dari luar negeri sehingga tidak memunculkan nomor atau nama pemanggil. Dugaan terakhir ini aku dapat setelah bercerita pengalaman ini dengan teman kantor. Aku juga beranggapan, kalau memang ada hal yang penting yang hendak disampaikan, kenapa tidak mencoba menggunakan nomor lain?

Aku tau ada satu provider yang menyediakan fasilitas ini kepada pelanggannya. Yang mengaktifkannya, cukup dengan beberapa kali pencet tombol pada pesawat telepon kita. Aku juga tau, penyedia jasa jaringan lain yang menyediakan fasilitas ini, namun dengan syarat yang lebih ribet. Pengguna harus mengisi formulir dan membayar sejumlah biaya. Untuk kedua penyedia jasa layanan selular ini, aku tidak paham apa tujuan mereka menyediakan fasilitas menyebalkan seperti ini. Dan bukan berarti penyedia jasa layanan selular diluar keduanya tidak menyediakan hal sama.

Soal kenyamanan pengguna telepon selular ini terpikirku malam ini. Saat seorang teman, sampai menulis di situs fesbuk bahwa beliau “hanya akan memilih partai dan presiden yang mau dan mampu melarang perusahaan telekomunikasi mengirim iklan ke ponsel pribadi atau telpon rumah pribadi” Dan di statusnya beliau menulis “perusahaan jasa telekomunikasi stop kirim iklan ke ponsel pribadi dan telepon rumah!”

Terus terang aku berharap beliau menulis sesuatu di blognya yang bisa berakibat seperti bola salju. Sebagaimana aku tau dari situs fesbuk seorang teman yang berakibat dari perusahaan negara yang diulasnya di blog, melakukan perubahan bahkan hingga merasa perlu mengkontak sang teman secara langsung. Saat aku sedang fesbuking pagi ini dia menulis status “kaget, tulisan “Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin” telah menyebar ke banyak milis dan blog, termasuk blogdetik. Iklan pertamina tadi malam juga berubah”

Dan ternyata, harapanku terkabul. Hahahahaha. Temanku yang ‘protes’ itu akhirnya menulis soal ini di blognya. Sekarang, bolehlah aku berharap, efek bola salju berlaku lagi disini. Semoga!

Yeap…sore ini aku mendapat konfirmasi keikutsertaan pada pestablogger 2008

from Dimas
to pestablogger08@gmail.com
date Wed, Oct 29, 2008 at 2:35 PM
subject Konfirmasi Registrasi Pesta Blogger 2008

————————————————————-
Selamat! Anda telah terdaftar sebagai peserta Pesta Blogger 2008. Untuk memastikan kehadiran Anda silahkan kirimkan email kosong ke pestablogger08@gmail.com dengan subject ‘Saya Hadir di PB 08!’. Tetap ikuti informasi terbaru di http://www.pestablogger.com. Untuk kontribusi Rp 50.000 dapat diberikan langsung di meja yang telah disediakan di pintu masuk ketika memasuki Auditorium BPPT pada hari penyelenggaraan Pesta Blogger 2008. Terima kasih, sampai jumpa di Pesta Blogger 2008!
————————————————————

Dengan demikian, aku bisa pasang logo ini di blog ini 🙂

27. October 2008 · 1 comment · Categories: blog

Hari ini setahun yang lalu, di Jakarta diselenggarakan Pesta Blogger. Ajang kumpul/ kopi darat blogger Indonesia yang pertama sekali diadakan secara nasional. Pada saat itu, dicanangkan bahwa pada tanggal 27 Oktober adalah hari blogger Indonesia.

Dan Sekarang setelah setahun, jumlah blogger pastinya semakin bertambah. Kalau tahun lalu peserta Pestablogger hanya ratusan, diperkirakan tahun ini berjumlah seribuan. Untuk turut menyemarakkan ajang tersebut, tidak ada salahnya aku ikut mengucapkan Selamat Hari Blogger Nasional.

Setelah sebelumnya mendaftarkan diri sebagai salah satu peserta diantara seribuan peserta yang diharapkan datang pada Pesta Blogger 2008 yang rencananya akan diadakan pada tanggal 22 November 2008 yang akan datang.